Berita, Nasional

Oknum Pejabat Bea Cukai Diduga Terima Suap Blueray Cargo dan Kabur dari Wartawan

Repelita.net

08 May 2026 22:19 WIB • 738 view

Oknum Pejabat Bea Cukai Diduga Terima Suap Blueray Cargo dan Kabur dari Wartawan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Penyidik lembaga antirasuah kini tengah menelisik keterlibatan seorang aparatur sipil negara berinisial AD yang menduduki posisi sebagai pejabat fungsional ahli madya pada instansi kepabeanan pusat terkait skandal suap importasi.

Oknum pejabat tersebut dilaporkan sempat melakukan aksi melarikan diri untuk menghindari kerumunan wartawan sesaat setelah merampungkan proses pemeriksaan di gedung komisi pemberantasan korupsi pada hari Jumat ini.

ADVERTISEMENT

“Penyidik hari ini melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi, di antaranya saudara AD. Penyidik mendalami terkait dengan dugaan penerimaan dari PT BR (Blueray Cargo, red.),” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat.

Budi menjelaskan bahwa kecurigaan saat ini mengarah pada aliran dana yang mengalir ke kantong pribadi Ahmad Dedi guna mempermudah urusan bea masuk serta proses administrasi masuknya barang dari luar negeri ke dalam tanah air.

"Ada dugaan penerimaan oleh yang bersangkutan dalam pengurusan bea atau importasi barang. Nah, ini masih terus didalami,” katanya sembari menegaskan bahwa tim penyidik masih mengumpulkan bukti-bukti penguat untuk memperjelas kasus ini.

Meskipun demikian pihak berwenang masih belum bersedia membeberkan secara rinci mengenai nilai nominal uang yang telah diterima oleh oknum tersebut karena alasan kerahasiaan materi penyelidikan yang sedang berlangsung.

“Untuk totalnya, ini masih masuk di materi penyidikan. Jadi, nanti kita tunggu saja perkembangannya,” ujarnya menambahkan bahwa setiap perkembangan baru akan diinformasikan kepada masyarakat luas jika waktunya sudah tepat.

Rentetan kasus ini merupakan pengembangan dari aksi operasi tangkap tangan yang digelar pada tanggal 4 Februari 2026 silam yang menyasar jajaran tinggi di lingkungan direktorat jenderal bea dan cukai kementerian keuangan.

Dalam operasi senyap tersebut penyidik berhasil mengamankan Rizal yang menjabat sebagai kepala kantor wilayah kepabeanan untuk daerah sumatera bagian barat beserta sejumlah barang bukti awal yang cukup signifikan.

Pasca operasi tersebut status hukum bagi enam orang dari total tujuh belas individu yang terjaring telah ditingkatkan menjadi tersangka atas dugaan praktik suap dan pemberian gratifikasi terkait masuknya komoditas imitasi.

Daftar tersangka tersebut mencakup Rizal yang pernah menjabat sebagai direktur penindakan hingga awal tahun 2026 serta didampingi oleh dua pejabat intelijen kepabeanan yakni Sisprian Subiaksono dan Orlando Hamonangan.

Dari sisi korporasi pihak berwenang juga telah menjerat pemilik dari perusahaan logistik Blueray Cargo berinisial JF bersama dengan dua manajer operasionalnya yakni AND dan DK yang diduga berperan aktif dalam skema tersebut.

Perkembangan penyidikan kemudian menyeret nama Budiman Bayu Prasojo selaku pejabat intelijen cukai lainnya yang ditetapkan sebagai tersangka baru pada akhir bulan Februari setelah ditemukan bukti tambahan yang menguatkan.

Penyelidikan semakin intensif setelah tim penyidik menemukan tumpukan uang tunai senilai lebih dari lima miliar rupiah yang disimpan di dalam lima koper pada sebuah penggeledahan di rumah kediaman di wilayah Ciputat.

Pada puncaknya saat proses pemeriksaan saksi berlangsung hari ini Ahmad Dedi menunjukkan gelagat tidak kooperatif dengan berlari kencang menuju sebuah hotel di samping gedung kpk demi menghindari sesi wawancara dengan para pemburu berita.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung