Repelita Jakarta - Direktur Gerakan Perubahan Muslim Arbi memberikan peringatan keras mengenai adanya upaya sistematis dari kekuatan tertentu yang diduga ingin melemahkan marwah serta kedaulatan institusi kepresidenan.
Dalam forum strategis yang digelar pada Kamis, 7 Mei 2026, ia menekankan bahwa setiap gejolak politik yang terjadi saat ini tidak boleh dipandang secara remeh karena berpotensi merusak stabilitas nasional.
ADVERTISEMENT
Muslim Arbi menyoroti pentingnya keterbukaan informasi publik terkait berbagai isu administratif yang melibatkan pimpinan tertinggi negara guna meredam segala spekulasi liar yang berkembang di tengah warga.
Beliau menilai bahwa kejujuran dalam menyampaikan fakta merupakan kunci utama bagi pemerintah untuk mempertahankan kepercayaan rakyat Indonesia di tengah gelombang kritik yang semakin kencang dari berbagai faksi.
Menurut pandangannya, upaya untuk menutupi sebuah kebenaran hanya akan menjadi bumerang bagi pihak otoritas yang pada akhirnya dapat memicu krisis legitimasi kepemimpinan di mata hukum serta konstitusi.
Ia juga mendesak agar jajaran penegak hukum serta institusi pendidikan tetap menjunjung tinggi independensi mereka tanpa harus tunduk pada tekanan politik dari pihak-pihak yang ingin mempertahankan kekuasaan.
Melalui ulasannya, Muslim Arbi meminta masyarakat untuk tetap bersatu dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi perpecahan yang sengaja dihembuskan oleh aktor intelektual yang tidak bertanggung jawab.
Ia meyakini bahwa kedaulatan rakyat hanya bisa tegak jika seluruh elemen bangsa memiliki keberanian untuk menuntut transparansi serta akuntabilitas dari setiap pejabat publik yang sedang mengemban mandat.
Setiap pelanggaran terhadap etika serta norma hukum dalam birokrasi negara harus segera ditindak tegas tanpa pandang bulu demi menjaga integritas moral bangsa serta martabat negara di mata internasional.
Pernyataan ini menjadi bagian penting dari diskusi yang dihadiri para purnawirawan perwira tinggi guna memastikan bahwa transisi kepemimpinan tetap berjalan di atas koridor demokrasi yang bersih dan berwibawa.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok