Berita, Hukum

Momen Hangat Rocky Gerung Peluk Nadiem Makarim di Sidang Korupsi Chromebook

Repelita.net

11 May 2026 22:08 WIB • 862 view

Momen Hangat Rocky Gerung Peluk Nadiem Makarim di Sidang Korupsi Chromebook
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pemandangan tidak biasa mewarnai ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta saat akademisi Rocky Gerung hadir dan memberikan dukungan moril kepada mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim pada Senin, 11 Mei 2026.

Sesaat setelah memasuki ruang sidang dan melepaskan rompi tahanan serta borgolnya, Nadiem nampak menghampiri barisan pengunjung untuk bersalaman hingga akhirnya berpelukan erat dengan sang pengamat politik tersebut.

ADVERTISEMENT

Kehadiran Rocky dalam agenda pemeriksaan terdakwa ini bertujuan untuk membedah kualitas logika hukum yang digunakan oleh pihak otoritas dalam menjerat mantan petinggi kementerian tersebut dengan pasal korupsi.

Rocky Gerung menjelaskan misi kehadirannya dengan menyatakan bahwa "Saya mengajar legal reasoning, nah itu saya ingin tahu apakah sidang ini dituntun oleh nalar hukum yang bersih atau di dalamnya ada defect, ada karat politik, ada karat pesanan segala macam. Hanya itu yang saya ingin uji sebetulnya," tuturnya.

Berdasarkan pengamatannya selama proses persidangan berlangsung, Rocky menilai pihak penuntut umum nampak sangat kesulitan dalam membangun konstruksi hukum yang kuat antara fakta dengan dakwaan yang ada.

Secara blak-blakan, Rocky mengutarakan pendapatnya dengan berujar "Saya kira jaksa pintar, tetapi dia kelelahan untuk menghubungkan fakta untuk jadi bukti, bukti untuk jadi tuduhan. Di situ dia gagal saya kira," tegasnya di hadapan awak media.

Ia juga membela kebijakan Nadiem yang merekrut tim ahli eksternal ke dalam struktur kementerian, yang menurutnya adalah sebuah langkah manajerial yang wajar demi meningkatkan kualitas birokrasi yang ada.

Rocky memberikan argumen pembelaan dengan menyatakan "Saya lihat bahwa misalnya, bagaimana misalnya menghubungkan antara satu kecemasan bahwa Saudara Nadiem kok membawa masuk tim khusus. Bukankah itu fungsi dari kementerian? Sebetulnya, seorang menteri kalau dia lihat kementeriannya bodoh, ya dia bawa yang pintar kan, kan mudah aja, dan itu bukan kriminal gitu lho," ucapnya.

Kritik paling menohok dilontarkan Rocky terkait ketidakmampuan jaksa dalam melakukan pembuktian nalar melalui bukti komunikasi digital yang tersaji dalam berkas perkara korupsi Chromebook tersebut.

Ia menyindir kapasitas nalar pihak kejaksaan dengan menambahkan bahwa "Jadi jaksa, saya sebut istilah tadi, kelelahan untuk mengubah chattingan di WhatsApp menjadi what's wrong. Nah itu dia gagalnya tuh ya, oke? WhatsApp ya WhatsApp, what's wrong itu adalah pembuktian nalar, nah nalarnya enggak, mungkin belum nyampe tuh," imbuhnya.

Sebagai informasi, Nadiem didakwa telah memperkaya diri sendiri senilai lebih dari 809 miliar rupiah serta merugikan kas negara hingga 2,1 triliun rupiah melalui proyek digitalisasi pendidikan yang bermasalah.

Tuntutan tersebut didasarkan pada temuan penggelembungan harga perangkat serta pengadaan sistem manajemen yang dianggap tidak memberikan asas manfaat bagi sekolah-sekolah di wilayah terpencil di seluruh Indonesia.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung