Berita, Internasional

Militer Israel Cegat Rombongan Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla Dan Tangkap Relawan Warga Negara Indonesia

Repelita.net

18 May 2026 22:21 WIB • 1,212 view

Militer Israel Cegat Rombongan Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla Dan Tangkap Relawan Warga Negara Indonesia
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Operasi penyaluran logistik internasional bertajuk Global Sumud Flotilla dua titik nol yang bergerak membawa bantuan logistik bagi masyarakat sipil di wilayah konflik kembali mendapat hadangan dari angkatan bersenjata Tel Aviv.

Sejumlah sukarelawan kemanusiaan termasuk para pekerja media dilaporkan ditangkap secara sepihak saat melintasi kawasan perairan internasional.

ADVERTISEMENT

Tindakan represif yang ditunjukkan oleh otoritas pertahanan sekuler tersebut memicu gelombang protes keras serta kecaman mendalam dari jajaran otoritas diplomatik Republik Indonesia.

Pihak kementerian luar negeri mengutuk keras aksi pencegatan paksa armada laut tersebut di wilayah teritorial laut tertentu serta tindakan penahanan terhadap para relawan yang di antaranya merupakan warga negara Indonesia.

“Kemlu RI mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Yvonne Mewengkang dalam pernyataan resmi, dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Juru bicara lembaga diplomatik tersebut memaparkan bahwa insiden pemblokiran jalur pelayaran logistik kemanusiaan global itu terjadi kala armada bahari masih berlayar di zona perairan timur laut Mediterania pada hari Senin waktu setempat.

Berdasarkan himpunan data awal yang berhasil dihimpun, sedikitnya ada sepuluh unit armada laut dalam iring-iringan kapal kemanusiaan itu yang dipaksa berhenti oleh patroli bersenjata.

Beberapa nama kapal pengangkut logistik yang dilaporkan terkena imbas blokade bersenjata tersebut antara lain adalah Amanda, Barbaros, Josef, serta Blue Toys.

Pada manifest lambung kapal Josef yang ikut ditahan, terkonfirmasi ada satu orang perwakilan warga negara Indonesia atas nama Andi Angga Prasadewa yang tergabung dalam jaringan lembaga filantropi domestik.

Institusi diplomatik pusat juga tengah mengoptimalkan saluran komunikasi darurat guna melacak keberadaan bahari lain yang ditumpangi oleh jurnalis nasional Bambang Noroyono demi memastikan keselamatan seluruh awak kabin di dalamnya.

“Kemlu RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan,” lanjutnya memberikan penegasan sikap politik luar negeri Indonesia.

Pihak otoritas kementerian memastikan bakal mengintensifkan komunikasi berkala dengan jejaring perwakilan diplomatik tanah air di sekitar kawasan konflik guna mengawal proses evakuasi dan jaminan keselamatan jiwa para relawan.

Di samping itu, pihak Jakarta mendesak otoritas bersenjata setempat untuk membuka akses seluas-luasnya bagi distribusi pasokan bantuan makanan dan obat-obatan yang menjadi hak mendasar warga sipil sesuai ketentuan konvensi hukum humaniter internasional.

Pimpinan redaksi media cetak nasional Andi Muhyiddin mengonfirmasi ada sembilan orang anggota delegasi kemanusiaan dari Indonesia termasuk dua orang koresponden medianya yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai yang ikut terjebak dalam aksi intersept tersebut.

Menyikapi eskalasi geopolitik yang kian memanas, jajaran pimpinan komisi satu dewan perwakilan rakyat pusat Sukamta melayangkan nota protes atas kesewenang-wenangan aparat bersenjata yang menculik para pekerja kemanusiaan global.

Ia mendorong agar jajaran eksekutif tanah air mengambil posisi tawar yang lebih tegas di hadapan forum perserikatan bangsa-bangsa demi mendesak pembebasan kilat bagi para jurnalis serta relawan asal Indonesia.

Anggota parlemen dari fraksi oposisi itu menambahkan bahwa pihak kementerian pertahanan asing semestinya menaruh rasa hormat pada konsensus perdamaian global dengan menjauhi tindakan provokatif di lapangan.

Terlebih saat ini komunitas dunia sedang berupaya keras meredam bara konflik yang berkecamuk di kawasan timur tengah agar tidak meluas menjadi krisis kemanusiaan yang lebih parah.

"Israel memang memiliki track record yang buruk soal kepatuhan terhadap perjanjian dan hukum internasional," kata dia menutup pandangan kritisnya terhadap kepatuhan hukum global institusi tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung