Berita, Nasional

Meski Beda Pandangan, Jhon Sitorus Kagum Dokter Tifa Enggan Berdamai dengan Jokowi

Repelita.net

03 July 2026 20:29 WIB • 539 view

Meski Beda Pandangan, Jhon Sitorus Kagum Dokter Tifa Enggan Berdamai dengan Jokowi
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pegiat media sosial Jhon Sitorus menyampaikan apresiasi atas keberanian Dokter Tifauzia Tyassuma yang memilih menolak jalur damai dalam perkara hukum melawan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Meski mengakui sering berseberangan pandangan, Jhon menghormati pendirian teguh sang dokter dalam menghadapi proses peradilan terkait dugaan ijazah palsu.

ADVERTISEMENT

Gue enggak pernah satu visi dengan orang ini. Gue juga sering enggak simpati dengan sikapnya, tutur Jhon, Jumat (3/7/2026).

Walaupun kerap berbeda pendapat, ia menegaskan bahwa sikap Dokter Tifa yang konsisten menolak mediasi patut mendapatkan rasa hormat.

Tapi ketika dia menolak damai dengan Jokowi, gue kagum sama sikapnya, sambungnya.

Menurut Jhon, keberanian untuk tetap bertahan di tengah situasi yang timpang adalah sebuah fenomena yang sangat jarang ditemukan.

Dokter Tifa bahkan dengan tegas menantang Jokowi, pantang mundur, ujarnya menambahkan.

Ia menyoroti disparitas kekuatan antara Dokter Tifa dengan pihak pelapor yang memiliki pengaruh kekuasaan sangat besar di Indonesia.

Mempertahankan sikap itu sangat langka dalam situasi yang tak menguntungkan. Apalagi lawannya adalah kekuasaan yang tidak setara dengan Dokter Tifa, terangnya.

Menutup pernyataannya, Jhon memberikan pesan dukungan moral bagi Dokter Tifa agar tetap konsisten memperjuangkan keyakinannya di meja hijau.

Selamat berjuang. Perjuangkan kebenaran, tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Pengadilan Negeri Jakarta Timur telah memulai sidang perdana terhadap Dokter Tifa dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh jaksa.

Jaksa mendakwa Dokter Tifa menyebarkan narasi ijazah palsu Jokowi di media sosial, meski pihak Universitas Gadjah Mada sudah memberikan klarifikasi resmi.

Dalam persidangan, Dokter Tifa secara terbuka menyatakan penolakan terhadap mekanisme keadilan restoratif yang ditawarkan oleh majelis hakim.

Ia memilih untuk terus mengikuti prosedur hukum hingga tuntas untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan pengadilan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung