Menteri Perang AS minta masuk dan melintas Indonesia, Menhan Sjafrie: Saya lapor presiden sebagai panglima tertinggi TNI
Repelita Jakarta - Pemimpin lembaga pertahanan nasional Sjafrie Sjamsoeddin membeberkan kronologi pembicaraan tertutup yang dilakukannya bersama otoritas militer tertinggi amerika serikat saat menghadiri sidang kerja bersama jajaran anggota legislatif hari ini.
ADVERTISEMENT
Hubungan bilateral antarkedua tokoh pertahanan tersebut awalnya bermula dari sebuah momentum pertemuan formal dalam forum regional negara-negara asia tenggara pada periode setahun yang lalu.
Dalam kesempatan berkala itu pihak perwakilan pentagon secara khusus menyampaikan apresiasi serta dukungan penuh terhadap doktrin ketahanan aktif yang diterapkan oleh jajaran militer indonesia.
”Anda tidak ofensif, anda hanya jaga anda punya halaman dan rakyat, dan anda siap kalau diserang, siap untuk mempertahankan diri. Saya dukung. Itu yang disampaikan tersirat pada waktu itu kepada saya,” kata Sjafrie menirukan keterangan Hegseth.
Selain memberikan dukungan moral pihak asing kabarnya juga sempat mengutarakan niatan secara lisan agar armada udara mereka diberikan kebebasan melintasi wilayah kedaulatan indonesia demi mengakomodasi situasi darurat.
Merespons permohonan tersebut pihak kementerian pertahanan menegaskan bahwa segala bentuk keputusan strategis yang berkaitan dengan wilayah teritorial mutlak berada di bawah wewenang penuh panglima tertinggi angkatan bersenjata.
”Jadi, saya jawab, pak menteri walaupun ada harapan, tapi saya akan lapor kepada presiden saya karena dia adalah panglima tertinggi dari Tentara Nasional Indonesia,” imbuhnya.
Menindaklanjuti pembicaraan awal tersebut pihak washington kemudian mengirimkan utusan khusus pada awal tahun ini guna menyerahkan dokumen undangan resmi terkait rencana pembahasan kelanjutan hak lintas udara.
Pertemuan lanjutan yang digelar di markas besar militer amerika serikat pada pertengahan bulan lalu tersebut pada akhirnya menyepakati nota kesepahaman awal dan bukan sebuah ikatan perjanjian yang mengikat.
”Special assistant-nya itu datang ketemu saya membawa surat dan membawa usulan bahwa kami ingin mengundang dan kami ingin membahas kemungkinan kita bisa melintas dari udara. Membahas, bukan memutuskan, belum. Kemudian dibahas lah tim itu,” ucap Sjafrie.
Pihak kementerian pertahanan juga membantah keras berbagai isu miring serta kabar burung yang menyebut bahwa indonesia telah menggadaikan kedaulatan ruang udara nasional kepada kekuatan militer asing.
Dirinya menegaskan bahwa piagam yang ditandatangani di pentagon pada pertengahan april lalu murni merupakan perluasan kerja sama taktis yang tetap menjunjung tinggi marwah hukum serta aturan dasar konstitusi negara.
”Itu adalah Letter of Intent. Bukan Letter of Commitment. Jadi, kami tidak bikin komitmen apa-apa dengan Amerika Serikat dalam hal udara, tidak. Kami mempertahankan konstitusi dan kami mempertahankan kita punya kepentingan nasional,” tegasnya.
Kerja sama pertahanan antarkedua negara barat dan timur ini dipastikan bakal berjalan dengan mengedepankan asas kesetaraan serta saling menghormati batas wilayah kedaulatan masing-masing tanpa adanya intervensi.
Selain itu tata cara operasional di lapangan nantinya juga harus tunduk dan menyesuaikan dengan regulasi hukum domestik yang berlaku di masing-masing pemerintahan demi menghindari perselisihan administrasi.
”Yang kedua, diperlukan mekanisme dan standing operating procedures kalau kita setuju. Dan konsisten dengan hukum dari masing-masing negara. Ini sudah ada, dulu kita kalau latihan, kalau dia ada luka kita kembalikan,” imbuhnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok