Berita, Nasional

Menteri ESDM Bahlil Pastikan Harga Pertalite Dan Solar Tidak Naik Meski Minyak Dunia Tembus 100$

Repelita.net

13 September 2026 22:48 WIB • 384 view

Menteri ESDM Bahlil Pastikan Harga Pertalite Dan Solar Tidak Naik Meski Minyak Dunia Tembus  100$
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Keputusan penting diambil pemerintah terkait kepastian tarif produk bahan bakar minyak bersubsidi di tengah fluktuasi pasar global yang tidak menentu.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa banderol harga jenis BBM khusus penugasan seperti pertalite serta solar dipastikan tidak mengalami kenaikan.

ADVERTISEMENT

Kebijakan perlindungan tarif tersebut tetap diambil meskipun data pasar komoditas global mencatat lonjakan nilai minyak mentah dunia telah melampaui level psikologis seratus dolar per barel.

Merujuk pada laporan dari kantor berita internasional Reuters pada hari Jumat, 11 September 2026, harga komoditas minyak jenis Brent mengalami penguatan sebesar US$1,05 atau sekitar 1 persen ke posisi US$108,68 per barel.

Kenaikan serupa juga terjadi pada produk minyak mentah West Texas Intermediate asal Amerika Serikat yang terkerek naik 95 sen atau setara 1 persen hingga menyentuh level US$103,45 per barel.

"Pemerintah sampai dengan hari ini memutuskan untuk tetap menjaga harga minyak subsidi tidak ada kenaikan," ujar Bahlil ditemui di kantornya, Jumat (11/9).

Langkah antisipatif tersebut ditempuh setelah jajaran kementerian terkaitintens melakukan koordinasi lintas sektor bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa guna membahas dampak dinamika harga energi.

Alih-alih membebankan kenaikan harga kepada masyarakat konsumen, negara justru memilih opsi penambahan alokasi dana talangan demi mempertahankan kestabilan ekonomi domestik.

"Menambah anggaran subsidi, saya pikir itu bagian daripada langkah yang kita lakukan," imbuhnya.

Kebijakan fiskal tersebut diputuskan sebagai bentuk implementasi nyata atas arahan langsung yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto demi melindungi kesejahteraan masyarakat luas.

Fokus utama kepemimpinan nasional saat ini adalah menjaga stabilitas daya beli kelompok masyarakat kelas menengah ke bawah dari terjangan tekanan ekonomi global.

"Bapak Presiden Prabowo berpendangan bahwa membela dan menjaga daya beli masyarakat untuk menengah ke bawah itu jauh lebih penting sekalipun dengan berbagai macam hal-hal yang harus kita lakukan," jelasnya.

Kendati lonjakan harga harian di pasar internasional sempat merangksek naik hingga menembus kisaran US$108 per barel, kalkulasi rata-rata kumulatif tahun berjalan masih berada dalam batasan aman.

Kalkulasi rata-rata harga minyak mentah Indonesia sejak awal Januari hingga paruh kedua bulan September ini masih menunjukkan angka kalkulasi yang terkendali.

"Tapi sekarang rata-rata ICP sekalipun sekarang sudah menjadi US$106 sampai US$108 dolar per barrel, tapi rata-rata ICP dari Januari sampai dengan bulan September sekarang itu kurang lebih di angka sekitar US$85 sampai US$90. Jadi, overall masih oke," pungkasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung