Repelita Teheran - Pasukan elite Iran melontarkan sindiran pedas kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait rencana operasi Project Freedom di perairan Selat Hormuz.
Pernyataan yang beredar luas di media Timur Tengah itu dengan tegas menyebut bahwa pembukaan jalur pelayaran strategis tersebut sepenuhnya berada di tangan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
ADVERTISEMENT
“Kami akan membuka Selat Hormuz hanya atas perintah pemimpin kami Khamenei, bukan atas cuitan orang bodoh,” demikian bunyi pernyataan yang dikaitkan dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) .
Sindiran terbuka ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Republik Islam dengan Amerika Serikat serta Israel dalam beberapa bulan terakhir.
Selat Hormuz yang dilalui hampir 20 persen perdagangan minyak global setiap harinya kini menjadi pusat konflik geopolitik paling sensitif di dunia.
Pernyataan keras Teheran itu sekaligus menjadi bantahan terhadap klaim Trump yang sebelumnya menyebut bahwa Amerika Serikat berhasil menguasai situasi di kawasan tersebut.
Padahal, operasi Project Freedom yang bertujuan mengawal kapal dagang keluar dari jalur yang dibatasi itu nyatata tidak berjalan mulus.
Sejumlah media Amerika Serikat melaporkan bahwa penundaan pelaksanaan operasi tersebut dipicu oleh berbagai faktor, termasuk penolakan Arab Saudi untuk meminjamkan wilayah udara dan pangkalannya .
Iran menilai sikap negara-negara kawasan yang mulai berhati-hati mengikuti agenda militer Washington merupakan keuntungan besar bagi mereka.
Teheran juga merasa semakin percaya diri menghadapi tekanan militer dan diplomatik Barat pasca operasi Project Freedom yang disebut gagal total .
Politikus garis keras Iran, Mahmoud Nabavian, turut menyerang kebijakan Washington dengan menyebut Amerika Serikat kembali menelan kekalahan memalukan .
Sebelumnya, Trump mengumumkan penghentian sementara operasi pengawalan kapal komersial di Selat Hormuz pada Rabu (6/5/2026) dengan alasan adanya kemajuan menuju kesepakatan damai dengan Iran.
Namun media pemerintah Iran Press TV memiliki pandangan yang jauh berbeda, dengan menyebut pasukan Amerika Serikat gagal menguasai jalur pelayaran tanpa izin dari Teheran .
Sementara itu, IRGC juga terus memperkuat patroli laut dan sistem pertahanan di sekitar jalur strategis tersebut sebagai bentuk nyata penguasaan atas kawasan.
Prancis yang sebelumnya dilaporkan mengerahkan kapal induk menuju dekat Selat Hormuz pun mendapat peringatan keras bahwa setiap kapal perang asing yang bergerak agresif dapat menjadi sasaran serangan rudal .(*)
Editor: 91224 R-ID Elok