Berita, Timur Tengah

Menlu Iran ke China: Tolak Kesepakatan Tidak Adil dengan AS

Repelita.net

06 May 2026 21:33 WIB • 745 view

Menlu Iran ke China: Tolak Kesepakatan Tidak Adil dengan AS
Foto: Istimewa

Repelita Beijing - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak akan menerima kesepakatan yang dianggap tidak adil dan tidak menyeluruh dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat saat bertemu Menlu China Wang Yi di Beijing, Rabu (6/5/2026).

Araghchi menyebut konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sebagai tindakan agresi terbuka yang melanggar hukum internasional.

ADVERTISEMENT

“agresi yang terang-terangan dan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa konflik tersebut merupakan “perang yang tidak sah.”

Ia menegaskan bahwa Iran tetap berkomitmen mempertahankan hak serta kepentingan nasionalnya dalam setiap proses perundingan yang berjalan.

Dalam kesempatan itu, Araghchi juga menyampaikan apresiasi atas sikap China yang dinilai konsisten mendukung posisi Iran di tengah memanasnya situasi kawasan.

“China adalah teman dekat Iran dan dalam keadaan saat ini kerja sama kita akan semakin kuat,” katanya, sembari menyinggung kecaman Beijing terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Sementara itu, Menlu China Wang Yi menekankan pentingnya penghentian konflik secara menyeluruh sebagai langkah mendesak untuk meredakan ketegangan.

Ia juga memperingatkan bahwa kondisi saat ini sudah berada pada titik rawan dan membutuhkan upaya diplomasi yang lebih intensif.

“berada pada titik kritis,” ujar Wang, sembari mendorong pertemuan langsung antar pihak terkait guna mencari penyelesaian jangka panjang.

Araghchi tiba di Beijing pada Rabu pagi untuk kunjungan singkat di tengah meningkatnya dinamika geopolitik, menjelang rencana kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke China pada pertengahan Mei mendatang.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung