Berita, Internasional

Menlu AS: Iran Ingin Damai, Syaratnya Buka Penuh Selat Hormuz

Repelita.net

28 April 2026 23:16 WIB • 1,126 view

Menlu AS: Iran Ingin Damai, Syaratnya Buka Penuh Selat Hormuz
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Pemerintah Amerika Serikat menyebut bahwa Iran kini sudah sangat serius untuk menyepakati perdamaian agar perang berkepanjangan di Timur Tengah bisa segera berakhir.

Pernyataan mengejutkan ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dalam sebuah wawancara eksklusif pada Senin, 27 April 2026.

ADVERTISEMENT

Menurut Rubio, Iran ingin segera berdamai karena mereka sudah mengalami banyak kerugian ekonomi akibat perang dengan AS dan Israel.

Rubio menyebut bahwa Iran kini juga sudah mengalami inflasi yang sangat tinggi serta gagal bayar utang luar negeri yang jatuh tempo.

Masalah ekonomi tersebut semakin diperparah oleh sanksi ekonomi berat yang terus diberikan oleh AS kepada Iran sejak awal konflik.

“Saya pikir, mereka (Iran kini) serius untuk keluar dari kekacauan yang mereka alami. Semua masalah yang dihadapi Iran sebelum dimulainya konflik ini masih ada dan sebagian besar bahkan lebih buruk,” kata Rubio dalam sebuah wawancara bersama Fox News.

Namun, Rubio menegaskan dengan nada tegas bahwa jika Iran benar-benar ingin berdamai, mereka harus memenuhi syarat utama dari AS terlebih dahulu.

Syarat yang dimaksud adalah membuka Selat Hormuz secara penuh tanpa syarat apapun dari pihak Iran.

Sebab, menurut Rubio, Iran tidak berhak menguasai apalagi memblokade Selat Hormuz karena selat tersebut merupakan perairan internasional yang bebas untuk semua negara.

“Selat itu terbuka. Selama Anda berkoordinasi dengan Iran, mendapatkan izin kami, atau kami akan meledakkan Anda dan Anda membayar kami. Itu bukan membuka selat. Itu adalah jalur perairan internasional,” jelas Rubio dengan tegas.

“Mereka tidak dapat menormalisasi dan kita juga tidak dapat menolerir upaya mereka untuk menormalisasi sebuah sistem di mana Iran menentukan siapa yang berhak menggunakan jalur perairan internasional, dan berapa banyak yang harus Anda bayarkan kepada mereka untuk menggunakannya,” tambah Rubio.

Sebetulnya, Iran sudah pernah membuka Selat Hormuz secara penuh beberapa waktu lalu sebagai bentuk itikad baik.

Hal ini dilakukan sebagai balasan atas gencatan senjata sementara yang diberikan oleh AS pada tanggal 8 April 2026.

Sayangnya, Iran kini sudah kembali menutup Selat Hormuz karena merasa dikhianati.

Langkah penutupan ini dilakukan sebagai bentuk protes keras karena AS hingga kini masih memblokade semua pelabuhan milik Iran meskipun sudah ada kesepakatan gencatan senjata.

Penutupan kembali Selat Hormuz ini lantas membuat harga minyak mentah dunia beberapa waktu lalu sempat meroket hingga enam persen.

Padahal sebelumnya, harga minyak sempat turun drastis hingga lebih dari sepuluh persen karena Iran bersedia membuka Selat Hormuz.

Kendati demikian, Iran kini dikabarkan sudah bersedia untuk kembali membuka Selat Hormuz untuk kedua kalinya.

Kesediaan tersebut tertuang di dalam proposal perdamaian baru yang dikirim ke AS melalui perantara Pakistan pada Minggu, 26 April 2026.

Presiden AS Donald Trump menyebut proposal perdamaian baru yang diberikan Iran sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.

Hanya saja, presiden berusia 79 tahun itu mengatakan bahwa semua isi yang ada di dalam proposal tersebut belum cukup untuk mengakhiri perang secara total.

Sebab, menurut Trump, ada beberapa poin penting yang dinilainya masih sangat kurang dan perlu dibahas lebih lanjut.

Di sisi lain, seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya justru mengatakan bahwa Trump kurang suka dengan proposal perdamaian baru yang ditawarkan Iran.

Pasalnya, proposal tersebut sama sekali tidak berbicara soal penghentian program nuklir milik Iran.

Menurut pejabat tersebut, Trump lebih suka Iran menghentikan program senjata nuklirnya terlebih dahulu jika ingin berdamai dengan AS.

Sebab, penghentian program nuklir merupakan salah satu syarat perdamaian utama yang diberikan AS ke Iran beberapa waktu lalu.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung