Berita, Nasional

Massa Cipayung Plus akan duduki gedung DPRD Sulbar hingga besok jika ketua DPRD tidak hadir

Repelita.net

23 June 2026 21:27 WIB • 548 view

Massa Cipayung Plus akan duduki gedung DPRD Sulbar hingga besok jika ketua DPRD tidak hadir
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Massa aksi dari aliansi Cipayung Plus Sulawesi Barat terus bertahan di depan kantor DPRD Sulbar hingga Selasa (23/6/2026) malam.

Mereka bersikeras menolak meninggalkan lokasi sebelum Ketua DPRD Sulawesi Barat, Amalia Aras, datang langsung untuk melakukan dialog dengan pengunjuk rasa.

ADVERTISEMENT

Koordinator Lapangan Aksi, Diky dari GMNI, menegaskan bahwa pendudukan gedung parlemen ini merupakan bentuk protes agar tuntutan mereka segera didengar oleh pimpinan dewan.

"Untuk saat ini, kami akan terus menduduki kantor DPRD ini sampai Ketua DPRD hadir di tempat ini untuk menemui massa aksi," kata Diky.

Meski muncul kabar bahwa Amalia Aras sedang berada di wilayah Kabupaten Mamuju Tengah, para demonstran tetap memilih untuk menunggu di tempat.

Mereka bahkan menyatakan kesiapan untuk menginap di area gedung DPRD hingga hari esok jika pimpinan dewan tersebut tidak kunjung menunjukkan batang hidungnya.

"Kalau memang kita diharuskan seperti itu, kami pikir kami siap sampai besok menduduki kantor ini," tegasnya.

Situasi di lokasi sempat memanas ketika massa melakukan aksi pembakaran ban bekas tepat di depan lobi utama gedung DPRD Sulawesi Barat.

Asap hitam pekat yang dihasilkan dari pembakaran ban tersebut masuk ke area lobi, memaksa pihak kepolisian yang berjaga mengenakan masker pelindung.

Selain itu, kobaran api dan jelaga asap meninggalkan bekas hitam permanen pada bagian plafon bangunan yang sebelumnya berwarna putih bersih.

Sebelumnya, ketegangan sempat meningkat saat terjadi aksi dorong-dorongan antara peserta unjuk rasa dan petugas kepolisian yang menutup akses masuk.

Para pengunjuk rasa menuntut pemerintah mengevaluasi kebijakan Koperasi Merah Putih, melakukan intervensi penguatan nilai tukar rupiah, serta menurunkan harga bahan bakar minyak.

Selain isu nasional, mereka juga secara tegas menolak rencana eksploitasi tambang Logam Tanah Jarang yang akan dilakukan di wilayah Mamuju. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung