Berita, Nasional

Mantan Danjen Kopassus Soenarko Sebut Gibran Penipu dan Dungu

Repelita.net

24 September 2026 23:11 WIB • 94 view

Mantan Danjen Kopassus Soenarko Sebut Gibran Penipu dan Dungu
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Mantan Danjen Kopassus Mayjen Purnawirawan Soenarko menyampaikan kemarahan serta kritik tajam secara terbuka terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui tayangan video di kanal YouTube Bang Edy Channel.

Pernyataan keras dari mantan petinggi militer tersebut disampaikan bersamaan dengan langkah Forum Purnawirawan TNI yang ikut bergabung mengajukan permohonan diskualifikasi sengketa pemilu di Mahkamah Konstitusi.

ADVERTISEMENT

Dalam orasinya yang dipandu oleh Edy Mulyadi pada hari Kamis tanggal dua puluh empat September dua ribu dua puluh enam, Soenarko mempersoalkan keabsahan ijazah serta kualitas kepemimpinan Gibran.

Ia meluapkan kekecewaannya secara mendalam atas kondisi moralitas penegakan hukum di tanah air saat ini yang dinilainya telah dirusak oleh praktik politik nepotisme kotor demi meloloskan jabatan.

Mayjen Purnawirawan Soenarko melontarkan kalimat kecaman langsung yang menohok kompetensi sang wakil presiden dengan menyatakan, "fakta di lapangan Bapak Bapak Ibu bisa lihat apa yang bisa diharapkan dari seorang wakil presiden dengan kompetensi dengan kualitas seperti Gibran itu lihat enggak menipu kalau pintar masih muda menipu bungu lagi".

Dirinya menilai mutu serta kapasitas Gibran sejak masa kampanye hingga menduduki kursi pemerintahan selama hampir dua tahun terbukti tidak layak dan tidak memadai bahkan untuk memimpin di tingkat rukun tetangga.

Ia menegaskan bahwa pergerakan moral para purnawirawan perwira tinggi ini murni demi menyelamatkan kelangsungan kehidupan berbangsa agar tidak menjadi bahan olok-olokan dari negara tetangga.

Lebih lanjut Laksamana Purnawirawan Muriano Aladin yang ikut mendampingi dalam kesempatan tersebut menyatakan kekecewaan besar kepada DPR RI karena telah mengabaikan surat resmi dari empat jenderal bintang empat.

Surat tuntutan konstitusional yang diabaikan parlemen demi mempertahankan posisi Gibran tersebut ditandatangani oleh Jenderal Fachrul Razi, Jenderal Tyasno Sudarto, Laksamana Slamet Soebijanto, dan Marsekal Hanafi Asnan.

Pihak Forum Purnawirawan TNI menegaskan kesetiaan tertinggi mereka hanya ditujukan kepada Pancasila dan UUD 1945 sehingga mereka berkomitmen penuh mengawal gugatan pembatalan status cawapres di MK hingga tuntas.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung