Repelita [Jakarta] - Mabes TNI memberikan klarifikasi terkait kehadiran prajurit dalam pengamanan unjuk rasa pelajar di sekitar Patung Kuda dan Bundaran HI pada Jumat, 12 Juni 2026.
Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigjen Muhammad Nas, menegaskan keterlibatan personel militer hanya bersifat bantuan atas permintaan pihak kepolisian.
ADVERTISEMENT
"Penanganan demo adalah tanggung jawab kepolisian. Adapun pengerahan TNI atas dasar permintaan untuk membantu. Artinya, tetap polisi yang di depan," jelas Nas, Sabtu (13/6/2026).
Pernyataan serupa disampaikan pihak Kementerian Pertahanan mengenai rumor pengerahan Komponen Cadangan saat aksi massa berlangsung.
Brigjen Rico Ricardo Sirait selaku Karo Infohan Kemhan menyatakan bahwa apel siaga Komcad dari unsur ASN di kantor kementerian hanyalah agenda rutin.
Kegiatan itu dipastikan telah terjadwal sebelumnya untuk menguji kesiapan personel sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019.
Faktanya kemarin di lapangan, tidak ada personel komcad ASN yang diterjunkan untuk melaksanakan aksi pengamanan maupun tugas-tugas memberitahukan umum yang menjadi kewenangan instansi lain sesuai peraturan peraturan-undangan,” tegas Rico.
Menanggapi kritik Koalisi Masyarakat Sipil yang khawatir akan potensi benturan horizontal, Kemhan memastikan seluruh anggota kembali bekerja seperti biasa setelah apel usai.
Data Polda Metro Jaya mencatat total 4.151 personel gabungan diturunkan untuk menjaga, dengan rincian 3.651 anggota polisi dan 500 prajurit TNI.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan pengerahan kekuatan tersebut dilakukan semata-mata untuk menjamin keamanan selama siswa menyampaikan aspirasi.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok