Repelita Bandung - Upaya memberikan pembelaan terhadap Teddy dan Prabowo dinilai sah-sah saja oleh Pemerhati Politik dan Kebangsaan, M Rizal Fadillah, namun langkah tersebut semestinya tidak diiringi dengan tindakan yang melampaui batas kewajaran, terlebih jika dilakukan dengan cara-cara premanisme.
Sorotan tajam ini muncul setelah tokoh senior Amien Rais mendapat ancaman dari komandan GRIB, Hercules, ketika sedang mengkritisi perilaku Teddy demi menyelamatkan Prabowo, di mana sang mantan penguasa Tanah Abang tersebut mengeluarkan gertakan verbal yang meminta Amien Rais untuk "menjaga mulut" serta mengungkit bahwa "tangan sudah tak mau berdarah lagi" sebagai bentuk ancaman dari Hercules tua.
ADVERTISEMENT
Meskipun tentu tidak berkaitan secara langsung, situasi ini mengingatkan M Rizal Fadillah pada mitologi Yunani tentang maskulinitas dan kejantanan Hercules atau Herakles, putera Dewa Zeus dari hasil perselingkuhannya dengan Alcmene, yang kehebatannya tergambar lewat tangan berdarah saat membunuh singa Nemea, ular berkepala empat Hydra Lernea, burung raksasa Stimfalia, menangkap banteng Kreta, anjing neraka Cerberus, serta mengalahkan berbagai monster dan raja-raja zalim.
Akibat kutukan Hera istri Zeus yang menyebabkan Hercules gila sementara, ia tega membunuh istri dan anak-anaknya sendiri, sehingga atas perbuatan premanismenya itu Hercules harus menebus dosa dengan menjalankan 12 tugas berat (12 labours).
Setelah sempat menikah empat kali dengan Megara, Deianira, Omfale, dan istri yang paling dicintai bernama Lole, tokoh mitologi ini akhirnya diracun dan mati bunuh diri karena tidak tahan menahan sakit, sebelum akhirnya diangkat sebagai Dewa di bukit Olympus.
M Rizal Fadillah turut merujuk catatan Plutarch dalam Eroticus yang menyebutkan bahwa Hercules memiliki banyak kekasih pria di antaranya Lolaus pengawal dan sais kereta, Hilas penjaga senjata, Elakatas, Abderus, Ifitus, Admetus, dan Nireus, yang menunjukkan bahwa tokoh tersebut adalah gay dan biseksual.
Berdasarkan analogi tersebut, M Rizal Fadillah mempertanyakan mengapa Hercules sedemikian sensitif ketika Teddy dan Prabowo disinggung oleh Amien Rais mengenai kedekatan yang tidak wajar dari keduanya, tanpa memberikan klarifikasi berupa bukti medis, psikologis, atau pengalaman selama bergaul, melainkan justru mengancam secara verbal lewat kalimat "jaga mulut" dan "tangan berdarah".
Pihak Hercules dan gerombolannya dinilai lupa bahwa sesungguhnya ada banyak pasukan serta kekuatan moral yang berada di pihak Amien Rais yang selalu siap untuk memberikan pembelaan.
Aksi premanisme Hercules beserta timnya dilaporkan terjadi juga atas keluarga Ahmad Bahar, seorang penulis dan pembela Amien Rais, di mana insiden pengepungan rumah serta penahanan puteri Ahmad Bahar dicap sebagai tindakan premanisme sekaligus pelanggaran hukum yang nyata karena Hercules bukan polisi, atau ia merasa menjadi polisi preman.
Atas terjadinya peristiwa tersebut, LBH AP PP Muhammadiyah secara resmi menyampaikan protes keras dan menyatakan siap untuk membantu Ahmad Bahar beserta keluarganya, mengingat tindakan over acting dari Hercules dan GRIB nya memang patut untuk mendapat kecaman serta perlawanan.
M Rizal Fadillah menegaskan bahwa masalah pokok yang sesungguhnya terjadi adalah klarifikasi dan pembuktian apakah Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya itu gay atau tidak, sebab hal ini bukan lagi masalah pribadi melainkan menyangkut perbuatan tercela dari seorang pejabat negara, apalagi jika hal itu dikait-kaitkan dengan kesehatan sosok Presiden Republik Indonesia yang bernama Prabowo Subianto.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok