Berita, Nasional

M Rizal Fadillah: Rezim Jokowi Tiru Pola Kerja PKI dan Jadikan PSI Tunggangan Politik?

Repelita.net

28 September 2026 18:04 WIB • 78 view

M Rizal Fadillah: Rezim Jokowi Tiru Pola Kerja PKI dan Jadikan PSI Tunggangan Politik?
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pandangan kritis mengenai dinamika politik nasional belum lama ini disampaikan oleh seorang pemerhati bernama M Rizal Fadillah melalui tulisannya pada tanggal 29 September 2026.

Dalam catatan tersebut, ia menyoroti hubungan antara kepemimpinan masa lalu dengan keberadaan partai politik tertentu yang kini tengah menjadi sorotan hangat publik.

ADVERTISEMENT

Penilaian mengenai rezim pemerintahan terdahulu disebutnya berbasis pada analisis subyektif yang melihat kemiripan pola kerja serta budaya politik tertentu secara mendalam.

Terdapat sejumlah ciri khas yang diklaim melekat pada perilaku kekuasaan masa lalu, termasuk dugaan pengabaian nilai moral serta kebiasaan menyampaikan janji kosong.

Sifat tanpa belas kasihan dalam penanganan berbagai peristiwa genting di masa lampau turut disorot sebagai bagian dari pola kepemimpinan yang dinilai sangat otoriter.

Praktik penyebaran narasi pemutarbalikan fakta serta kriminalisasi terhadap pihak-pihak pencari keadilan juga menjadi poin penting dalam catatan pengamat politik tersebut.

Selain itu, sistem politik sandera yang memanfaatkan rekam jejak penyimpangan bawahan demi melanggengkan kekuasaan turut dikupas secara terperinci oleh sang penulis.

Kecenderungan menjauhkan diri dari nilai-nilai ketaatan beragama serta lebih menghidupkan tradisi mistisisme dinilai turut mewarnai pola kekuasaan era kepemimpinan tersebut.

Upaya melanggengkan kekuasaan melalui sistem dinasti keluarga juga disamakan dengan praktik nepotisme yang kerap ditemui dalam sistem pemerintahan satu partai tertutup.

Bergeser pada pembahasan partai politik, kehadiran figur mantan pemimpin negara di dalam naungan partai berlogo mawar putih itu dinilai sangat mencolok mata.

Partai tersebut dinilai steril dari visi moral keagamaan serta secara tegas menolak berbagai aturan bernuansa syariat dalam percaturan perundang-undangan nasional.

Wacana perubahan identitas partai juga disinggung sebagai indikasi kuat mengenai arah pergerakan organisasi politik tersebut pada masa yang akan datang.

Kendati demikian, partai politik tersebut dinilai bukan sebagai ancaman yang menakutkan melainkan entitas yang perlu diwaspadai agar tidak merusak konstitusi negara.

Peringatan keras juga disampaikan agar elemen-elemen masa lalu yang dianggap mencederai ibu pertiwi tidak kembali bangkit di bumi pertiwi tercinta ini.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung