Berita, Nasional

M Rizal Fadillah Desak Presiden Prabowo Segera Bereskan Empat Tokoh Pengaruh Rezim Lama: Jokowi, Tito, Listyo, dan Luhut

Repelita.net

08 November 2026 16:53 WIB • 258 view

M Rizal Fadillah Desak Presiden Prabowo Segera Bereskan Empat Tokoh Pengaruh Rezim Lama: Jokowi, Tito, Listyo, dan Luhut
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Pemerhati Politik dan Kebangsaan M Rizal Fadillah melontarkan pandangan kritis yang menyoroti masih kuatnya bayang-bayang pengaruh kekuasaan lama di dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT

Dalam tulisan analisisnya yang dirilis di Bandung pada 8 November 2026, Rizal menilai terdapat empat figur sentral yang disebutnya masih melakukan campur tangan terhadap arah kebijakan nasional.

Keempat tokoh yang disorot secara tajam dalam catatan tersebut meliputi Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan.

Rizal menggambarkan Joko Widodo sebagai figur pengendali utama dengan penampilan bersahaja namun memiliki pengaruh politik yang dinilai berbahaya bagi stabilitas pemerintahan baru.

Sementara itu, Tito Karnavian disorot karena posisinya sebagai Menteri Dalam Negeri yang memberinya kendali penuh atas jaringan birokrasi pemerintahan daerah hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.

Adapun Listyo Sigit Prabowo yang terseret kasus dugaan penyadapan disebut sebagai operator lapangan nekat yang memiliki jaringan kekuatan serta sempat sesumbar menggerakkan aksi massa tani dan buruh.

Di sisi lain, Luhut Binsar Pandjaitan diposisikan sebagai perancang strategi yang mengoordinasikan kelompok oligarki bisnis sekaligus dinilai membawa kepentingan asing serta melontarkan usulan kontroversial terkait penanganan koruptor.

Rizal mendesak agar keempat tokoh tersebut segera disingkirkan dari lingkaran kekuasaan dan diberikan sanksi tegas atas segala tindakan yang dianggap merugikan bangsa dan negara.

Ia mengingatkan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak berkompromi dengan memelihara kekuatan lama di dalam kabinet karena dinilai berisiko membuka celah pengumpulan data, penggalangan dana, hingga skenario kudeta.

Dalam analisisnya, Rizal juga mengaitkan peran keempat tokoh tersebut dengan konfigurasi aktor dalam peristiwa sejarah gerakan tahun 1965 serta menyinggung posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Rizal, rencana kelompok tersebut mulai berantakan setelah posisi Gibran diguncang oleh putusan Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung hingga memicu kepanikan dan terbongkarnya skandal penyadapan istana.

Ia menilai penyadapan terhadap lingkungan kepresidenan merupakan tahapan awal dari upaya makar yang jaringannya telah merambah ke berbagai institusi strategis negara maupun orang-orang dekat presiden.

Menutup tulisannya, Rizal menegaskan bahwa langkah membersihkan empat tokoh yang dinilainya sebagai biang kerok persoalan bangsa merupakan kunci utama untuk mencegah terulangnya tragedi pengkhianatan sejarah di tanah air.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung