Berita, Nasional

Lonjakan Pangkat Teddy Indra Wijaya Diprotes, Herwin Sebut Sistem TNI Lompat 8 Tahun Jadi Letkol, Sistem TNI Dilipat Seenaknya

Repelita.net

06 May 2026 22:41 WIB • 1,064 view

Lonjakan Pangkat Teddy Indra Wijaya Diprotes, Herwin Sebut Sistem TNI   Lompat 8 Tahun Jadi Letkol, Sistem TNI Dilipat Seenaknya
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pegiat media sosial Herwin Sudikta menyoroti lonjatan karier Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang dinilai tidak wajar karena melompat delapan tahun lebih cepat dari standar kepangkatan militer.

Menurut Herwin, lulusan Akademi Militer tahun 2011 seharusnya baru mencapai pangkat Letnan Kolonel sekitar tahun 2034, namun Teddy sudah menyandang pangkat tersebut pada tahun 2026.

ADVERTISEMENT

"Ini bukan soal Teddy Indra Wijaya sebagai pribadi. Ini soal sistem militer yang lagi dilipat seenaknya," ujar Herwin dikutip pada Rabu (6/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa percepatan kenaikan pangkat yang dialami Teddy bukanlah kejadian pertama dan dinilainya sangat tidak lazim.

"Teddy adalah lulusan Akmil 2011, 2026 sudah Letkol. Lompat 8 tahun. Dan ini bukan sekali," tambah Herwin mengkritisi.

Herwin juga menyoroti mekanisme kenaikan pangkat yang menggunakan istilah janggal yang tidak dikenal dalam aturan resmi TNI.

"Naik pangkatnya pakai istilah ajaib: kenaikan reguler dipercepat, yang bahkan dikritik analis militer seperti Selamat Ginting karena tak ada dalam aturan TNI," tukasnya.

Selain persoalan lonjatan pangkat, Herwin mengkritisi posisi Seskab yang diemban oleh perwira aktif TNI.

Ia menjelaskan bahwa Undang-Undang TNI hanya mengizinkan perwira aktif menempati 10 jabatan sipil tertentu yang sudah ditetapkan, dan Seskab tidak termasuk di dalamnya.

"Masalah makin serius. UU TNI cuma izinkan perwira aktif isi 10 jabatan sipil. Seskab? Tidak masuk. Artinya, kalau mau jadi Seskab, harusnya mundur dulu dari TNI. Tapi ini tidak," cetus Herwin.

Ia juga menyoroti ketidaksesuaian antara jabatan Seskab yang setara eselon II dengan pangkat Letnan Kolonel yang dinilai masih di bawah standar.

"Lebih aneh lagi, jabatan Seskab setara eselon II. Harusnya minimal Brigjen. Sekarang malah cukup Letkol. Belum cukup syarat, tapi sudah duduk," timpalnya.

Herwin menilai kondisi ini berpotensi menimbulkan ketimpangan di internal militer karena perwira senior yang lebih lengkap pendidikannya masih harus antre panjang.

Ia mengkhawatirkan bahwa situasi seperti ini akan mengirimkan pesan buruk ke seluruh lingkungan militer bahwa kedekatan lebih berharga daripada prestasi.

"Pesan yang dikirim ke dalam TNI jelas: prestasi kalah sama kedekatan," beber Herwin.

Ia mengingatkan tentang dampak jangka panjang jika praktik ini terus dibiarkan tanpa koreksi dari pimpinan.

"Kalau ini dibiarkan, yang rusak bukan cuma satu orang. Yang rusak, sistem. Dan kalau militer mulai longgar terhadap aturan dan bisa dilangkahi, yang kena dampaknya bukan cuma mereka. Tapi kita semua," pungkas Herwin Sudikta.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung