Berita, Nasional

Krisis Visa Timnas Iran di Piala Dunia 2026: Presiden Federasi Ditolak Masuk, Skuad Terpaksa Bermarkas di Meksiko

Repelita.net

14 June 2026 18:09 WIB • 864 view

Krisis Visa Timnas Iran di Piala Dunia 2026: Presiden Federasi Ditolak Masuk, Skuad Terpaksa Bermarkas di Meksiko
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Perjalanan Timnas Iran di Piala Dunia 2026 terus dihantui kendala administratif setelah sejumlah delegasi mereka ditolak masuk ke Amerika Serikat.

Dari total 15 orang yang permohonan visanya sempat ditolak otoritas setempat, hanya empat delegasi yang berhasil memenangkan banding untuk mendapatkan akses masuk ke Negeri Paman Sam.

ADVERTISEMENT

Keempat staf yang lolos tersebut terdiri dari analis tim teknis serta dua pejabat di departemen internasional federasi sepak bola negara tersebut.

Sementara itu, Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, dan sejumlah staf operasional inti lainnya tetap gagal mendapatkan izin masuk hingga saat ini.

Akibat hambatan ini, Iran terpaksa menetapkan Meksiko sebagai markas sementara selama turnamen berlangsung dan harus menempuh perjalanan jauh setiap kali jadwal pertandingan tiba.

Masalah akses masuk ini tidak hanya menyampaikan delegasi Iran, tetapi juga menyasar wasit asal Somalia, Omar Artan, yang batal memimpin pertandingan di ajang ini.

Kondisi politik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat dinilai menjadi faktor utama yang membuat urusan birokrasi ini merembet ke ranah olahraga.

Meski diterpa masalah di luar lapangan, skuad asuhan Amir Ghalenoei tetap bersiap melakoni laga perdana Grup G menghadapi Selandia Baru.

Pertandingan tersebut diadakan di Stadion SoFi, Inglewood, Los Angeles, pada Selasa, 16 Juni 2026, dini hari waktu Indonesia.

Setelah laga berakhir, para pemain dan sisa staf harus kembali menempuh perjalanan lintas negara menuju markas mereka di Meksiko untuk persiapan laga berikutnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung