Berita, Viral Sosmed

Keracunan Massal Program MBG Kembali Terulang, Belasan Siswa SDN 1 Beber Lombok Tengah  Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Repelita.net

11 September 2026 16:16 WIB • 596 view

Keracunan Massal Program MBG Kembali Terulang, Belasan Siswa SDN 1 Beber Lombok Tengah  Diduga Keracunan Usai Santap MBG
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kabar dugaan keracunan setelah konsumsi menu Makan Bergizi Gratis atau MBG kembali menjadi perhatian publik pada Jumat, 11 September 2026.

Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan akun Threads @zumaahmad9 yang dipublikasikan sekitar tiga jam sebelum informasi ini ditulis.

ADVERTISEMENT

Dalam unggahannya, akun tersebut menyebut sejumlah siswa SDN 1 Beber, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah mengalami dugaan keracunan.

Unggahan itu mencantumkan waktu kejadian sekitar pukul 10:40 WITA pada Jumat, 11 September 2026, dengan dugaan kejadian berkaitan dengan makanan dari program MBG.

Akun @zumaahmad9 juga menyertakan pernyataan bernada kritik keras terhadap pemerintah terkait persoalan tersebut.

" BETAPA HINA NYA HARGA DIRI ANAK ANAK KITA DI MATA PEMERINTAH "

Informasi tersebut kemudian memunculkan sejumlah komentar dari pengguna Threads yang memberikan tanggapan beragam mengenai program MBG dan keamanan makanan yang diterima para siswa.

Akun @agussalim17 menanggapi unggahan tersebut dengan menyebut akun @sudaru_sudaryono sekaligus menyampaikan tuntutan singkat terkait program MBG.

“BUBARKAN MBG”

Komentar bernada keras juga disampaikan akun @znugr4h4 yang menyoroti dugaan persoalan dalam pelaksanaan program tersebut dari sisi hulu hingga hilir.

“Setan saja sungkem sama yg bikin program ini. Dari hulu sampai hilir isi nya korupsi. Program sampah yg di balut dgn kata kata “MAKAN BERGIZI” padahal yg kenyang makan duit haram ya yayasan2 dan kroni2 nya”

Sementara itu, akun @wishnu.albataafi mengajak masyarakat, khususnya orang tua, untuk berani mengambil sikap terhadap pemberian makanan MBG apabila terdapat kekhawatiran mengenai keamanannya.

“Berani tegas untuk menolak, itu luar biasa. Kalian orang tua yg mengharapkan MBG, sama saja menunggu waktu utk anak kita merasakan jatah yg menghancurkan nyawa. Kita bermain dgn nyawa sekarang. Masih mending mereka yg keracunan MBG hanya mual, pusing, muntah2, belum menjemput ajal (dih, amit2 ya...). Program MBG ini sangat tidak terencana dgn baik yg ujung2nya sebetulnya proyek bagi2 jatah penguasa...”

Akun @imrancumi kemudian menyoroti kemungkinan keterlibatan orang tua dalam menentukan apakah makanan MBG akan dikonsumsi oleh anak ketika terdapat kekhawatiran mengenai kondisi makanan tersebut.

“Nah ini bang yg gw pikir juga. Jika sekolah ga bisa menolak MBG, harus nya orang tua murid juga melarang makanan MBG buat dimakan. Tapi gw juga blm ngerti pola nya ini”

Pengalaman lain disampaikan akun @syaffa_h25 yang mengaku menerima jatah MBG untuk anaknya yang masih berusia 13 bulan dan memilih untuk berhati-hati sebelum memberikan makanan tersebut.

“Anakku 13 bulan dapat jatah MBG gk mesti aku kasihkan, klo misal tak kasihkan ya aku icip dulu khawatir kya gini. Mengundurkan diri di bilang sok kaya, diterima menunya sprti tidak layak, gk diambil digrup dipanggil2 mulu.”

Unggahan mengenai dugaan siswa mengalami keracunan tersebut menambah perhatian warganet terhadap pelaksanaan MBG, terutama menyangkut kualitas, keamanan, serta pengawasan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.

Namun, informasi mengenai dugaan keracunan siswa SDN 1 Beber tersebut masih bersumber dari unggahan media sosial dan komentar pengguna Threads, sehingga rincian mengenai kondisi para siswa serta penyebab kejadian tetap memerlukan konfirmasi dari pihak terkait.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok





View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung