Berita, Nasional

Kemenhan Pastikan Kapal Pesiar J7 Explorer Berlogo Instansi Milik Swasta Yang Dipinjam Tanpa Biaya Sewa

Repelita.net

16 August 2026 23:23 WIB • 532 view

Kemenhan Pastikan Kapal Pesiar J7 Explorer Berlogo Instansi Milik Swasta Yang Dipinjam Tanpa Biaya Sewa
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Otoritas pertahanan nasional memberikan penjelasan resmi perihal kepemilikan kapal pesiar ekspedisi berlogo instansi yang sempat menuai perhatian publik di linimasa digital.

Pihak kementerian memastikan bahwa armada mewah tersebut murni berstatus pinjaman cuma-cuma tanpa melibatkan anggaran biaya sewa dari kas negara.

ADVERTISEMENT

Sarana transportasi terapung itu difungsikan secara khusus guna membantu mobilitas serta kelancaran program strategis pemerintah di berbagai daerah terpencil.

"Kami jelaskan bahwa kapal tersebut merupakan kapal milik pihak swasta yang dipinjam Kemhan tanpa biaya sewa dan digunakan sebagai kapal pendukung kegiatan Kemhan dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah di sejumlah wilayah Indonesia," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait di Jakarta, dikutip Antara, Minggu, 16 Agustus 2026.

Status armada tersebut dipastikan tidak tercatat sebagai bagian dari daftar aset pengadaan milik kementerian pertahanan.

"Jadi, kapal tersebut bukan aset yang dibeli atau diadakan oleh Kemhan. Kapal tersebut merupakan sarana pendukung yang dimanfaatkan untuk membantu mobilitas, koordinasi, serta kebutuhan petugas," ujarnya.

Pemanfaatan kapal difokuskan untuk menunjang distribusi logistik pangan serta lokasi pertemuan teknis di wilayah kepulauan dan kawasan terisolasi.

"Khusus di Wanam, Papua Selatan, karena masih terdapat keterbatasan fasilitas penginapan, kapal tersebut sekaligus dimanfaatkan sebagai tempat penginapan sementara bagi para petugas selama melaksanakan kegiatan di wilayah tersebut," tuturnya.

Pemasangan lambang instansi pertahanan pada badan kapal dilakukan semata-mata sebagai penanda status operasional yang tengah dikerjakan di bawah penugasan negara.

Pemilik perusahaan pelayaran swasta terkait sebelumnya membenarkan bahwa armada pesiar tersebut memang miliknya yang digerakkan untuk menyokong proyek pertanian skala masif.

Kehadiran kapal berbobot ribuan ton itu dinilai krusial untuk mengatasi minimnya fasilitas infrastruktur darat di lokasi proyek lumbung pangan wilayah timur nusantara. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung