Repelita [Jakarta] - Kebakaran hebat kembali melanda kawasan vegetasi alam Gunung Bromo hingga menjalar ke area Bukit B29 di Kabupaten Lumajang.
Pihak Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menduga kuat peristiwa kebakaran hutan dan lahan ini dipicu oleh aktivitas manusia.
ADVERTISEMENT
Pemicu awal diduga berasal dari sisa perapian buatan warga yang melintasi jalur tradisional penghubung Desa Arjosari dan Desa Ranupani.
Kepala BBT TNBTS Rudianto Cahya Nugraha menjelaskan bahwa dugaan awal mengarah pada faktor ketidaksengajaan dari oknum yang sekadar ingin menghangatkan badan.
Dampak kebakaran yang kian meluas memaksa seluruh akses pintu masuk wisata Gunung Bromo ditutup total guna kelancaran proses pemadaman.
Langkah penutupan menyeluruh tersebut diterapkan pada seluruh jalur dari arah Probolinggo, Pasuruan, hingga Kabupaten Malang.
Kalkulasi data terbaru tim gabungan mencatat bahwa luasan total lahan yang hangus terbakar kini telah menembus 520 hektar.
Perambatan api berlangsung sangat cepat lantaran tiupan angin kencang menerpa hamparan savana kering di kawasan kaldera.
Medan tebing selatan yang sangat curam membuat petugas membagi area operasi pemadaman menjadi dua sektor berbeda.
BNPB mengerahkan bantuan satu unit helikopter untuk melancarkan operasi pemadaman udara dengan metode water bombing.
Secara bersamaan, personel gabungan dari BPBD, TNBTS, dan Manggala Agni terus menggempur titik api dari darat menggunakan jet shooter serta kepyok.
Upaya penjinakan kepulan asap baru masih terus dilakukan tim pemantau di sekitar Blok Penanjakan dan kawasan Dingklek. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok