Repelita Jakarta - Perdebatan mengenai perbandingan kiprah Joko Widodo dan Megawati Soekarnoputri kembali muncul di media sosial setelah akun X @ch_chotimah2 mengunggah kritik pada 28 September 2026 pukul 14.56 WIB.
Dalam unggahan tersebut, Chusnul Chotimah menanggapi pernyataan yang menyebut Jokowi lebih hebat daripada Megawati dengan mengajukan sejumlah tantangan terkait perjalanan politik keduanya.
ADVERTISEMENT
"Kata termul Jokowi hebat dari Megawati. Giliran saya tantang termul tutup 4kun jika Jokowi bisa seperti Megawati Bawa partainya jadi pemenang pemilu. Bawa kadernya jadi ketua DPR. Bawa kadernya yang cuma tukang kayu jadi presiden. Sampai sekarang nggak ada yang berani, payah.๐"
Unggahan itu kemudian memunculkan sejumlah tanggapan pengguna X yang memperdebatkan capaian politik Jokowi, Megawati, PDIP, serta kiprah keduanya dalam pemilu dan pemerintahan.
Akun @DDonii93975 memberikan pandangan berbeda dengan menilai kemenangan PDIP dalam pemilu dan hasil pencalonan presiden perlu dipisahkan ketika membahas peran Jokowi.
"klu narasi mu bgtu iya kalah pak jokowi,,nah skg klu narasi bgini bgaimna,fakta pdip menang pilpres karna jokowi,,pdip dgn ganjar dan mega sendiri maju nyapres malah zonk,,dan akan zonk belasan tahun ke dpan dlm hal hasil capres yah ,bkan partai"
Sementara itu, @WowokOhm juga ikut membandingkan keduanya dengan menyoroti perjalanan politik Megawati dan posisi partai yang dikaitkan dengan Jokowi.
"Termul ngawur tuh, Mega jauh lebih hebat lah meski ga pernah menang Pilpres tp cucunya aja jd anggota DPR tanpa ikut pemilu, Jkw mana bisa spt itu. Partainya aja cm 2% kok mau dibandingkan dgn Mega, ya jauh dong. Makanya Jkw ga pernah nyerang Mega krn tau diri .."
Perdebatan berlanjut ketika @TobingJuniar mempertanyakan kemungkinan yang terjadi apabila tantangan dari Chusnul Chotimah dapat dipenuhi.
"Ntar kalo ternyata bisa memenuhi tuntutanmu, kira2 congormu mau nge-twit apa lagi null?? ๐๐ Dasar e-null (nol) !!"
Akun @Sudarno_Silaban kemudian menyatakan bahwa dirinya telah memberikan respons pada unggahan sebelumnya dan mengajak Chusnul Chotimah kembali menanggapi pernyataan tersebut.
"Siapa bilang ga berani saya sudah respon di potingan kamu sebelumnya. Ayo direspon berani ga kamu"
Komentar lain datang dari @bowie8407 yang menanggapi tantangan mengenai penutupan akun dengan mempertanyakan kesediaan pihak yang ditantang untuk melakukan hal tersebut.
"Emang lu berani tutup akun? Sini gw ladenin lu, oiya pasti lu bakal beralasan akun gw ga pantes kan?"
Sementara itu, akun @Boedak_Korporat mengaitkan perdebatan tersebut dengan kemungkinan masuknya Jokowi dan PSI, lalu menantang Chusnul Chotimah untuk membuktikan ucapannya.
"emang lu berani tutup akun kalo Pak Jokowi dan @psi_id masuk? yakin? balik jualan es kepal Milo dong lu?"
Percakapan tersebut juga disisipi unggahan dari akun @ejaaipongg yang berstatus sebagai akun parodi dan membawa isu berbeda mengenai proses persidangan terkait dokumen pendidikan Gibran di Mahkamah Konstitusi.
Dalam unggahan kutipan tersebut, akun itu menyebut adanya kemungkinan pemberhentian Gibran apabila pelanggaran terbukti serta mencantumkan jadwal sidang yang diklaim akan memasuki tahap pembuktian.
"๐จ๐จBREAKING NEWS : GILAAAA.. JIKA TERBUKTI ADA PELANGGARAN MAKA GIBRAN BISA LENGSER. SIDANG IJAZAH SMA GIBRAN DI MK LANJUT KE TAHAP PEMBUKTIAN PADA RABU 30 SEPTEMBER 2026, PUKUL 19:00 WIB."
Rangkaian percakapan tersebut memperlihatkan perbedaan pandangan pengguna X dalam menilai perjalanan politik Jokowi dan Megawati, termasuk mengenai partai, pemilu, jabatan politik, serta isu yang berkembang mengenai Gibran.
Pernyataan, penilaian, dan klaim yang muncul dalam unggahan maupun komentar tersebut merupakan pendapat pengguna media sosial dan perlu dibedakan dari fakta yang telah diverifikasi.*
Editor: 91224 R-ID Elok
Kata termul Jokowi hebat dari Megawati.
— Chusnul ch๐timah (@ch_chotimah2) September 28, 2026
Giliran saya tantang termul tutup 4kun jika Jokowi bisa seperti Megawati
Bawa partainya jadi pemenang pemilu.
Bawa kadernya jadi ketua DPR.
Bawa kadernya yang cuma tukang kayu jadi presiden.
Sampai sekarang nggak ada yang berani, payah.๐