Berita, Timur Tengah

Kamala Harris Sebut Kebijakan Donald Trump Terkait Iran Omong Kosong dan Untungkan Rusia

Repelita.net

09 May 2026 15:21 WIB • 719 view

Kamala Harris Sebut Kebijakan Donald Trump Terkait Iran Omong Kosong dan Untungkan Rusia
Foto: Istimewa

Repelita Las Vegas - Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris melayangkan serangan verbal yang sangat keras terhadap strategi kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump terkait eskalasi konflik dengan Iran.

Kritik pedas tersebut disampaikan dalam momentum forum diskusi Partai Demokrat Nevada di Las Vegas pada Kamis 7 Mei 2026 waktu setempat dengan menyoroti potensi bahaya yang mengancam stabilitas dunia.

ADVERTISEMENT

Secara terbuka Harris melabeli pendekatan yang diambil oleh rival politiknya tersebut sebagai sebuah bualan belaka yang dapat menyeret negara ke dalam pusaran kekacauan keamanan global di masa depan.

Tokoh perempuan tersebut memberikan penegasan bahwa mayoritas masyarakat Amerika sama sekali tidak memiliki keinginan untuk terlibat dalam konfrontasi militer di wilayah Iran yang sangat berisiko tinggi.

Harris menyatakan bahwa segala langkah penyerangan seharusnya tidak boleh dilakukan tanpa mengantongi restu resmi dari Kongres dan bahkan jika izin diperoleh pun konflik tersebut dianggap sebagai kesalahan sejak awal.

Dalam pernyataannya ia menyebutkan bahwa "Dia bicara soal membumihanguskan, lalu dia bilang sudah melakukannya. Semua itu hanya omong kosong," sebagai bentuk koreksi atas klaim Trump yang dianggapnya sangat kontradiktif.

Harris memberikan penilaian bahwa cara Trump dalam mengelola ketegangan diplomatik cenderung berjalan secara sembrono serta terlalu mengandalkan narasi ancaman kosong tanpa landasan kebijakan yang terukur.

Selain mengkritik dari sudut pandang militer Harris juga menyoroti kerugian geopolitik yang harus ditanggung oleh Amerika Serikat akibat kebijakan energi yang menurutnya justru memberikan keuntungan bagi pihak lawan.

Ia mengungkapkan sebuah analisis tajam mengenai posisi Moskow dengan menyebutkan bahwa "Pemenang besar dari konflik ini adalah Rusia," yang kini berpeluang meraup pendapatan lebih besar dari sektor perdagangan minyak bumi.

Kekhawatiran Harris kian mendalam menyusul adanya pergeseran fokus bantuan militer yang sebelumnya ditujukan bagi Ukraina namun kini secara masif mulai tersedot untuk memperkuat posisi di kawasan perairan Teluk.

Pengalihan sumber daya pertahanan tersebut dipandang sebagai faktor yang dapat melemahkan daya tawar strategis Amerika dalam menghadapi berbagai konflik global lain yang saat ini masih terus berkecamuk secara bersamaan.

Menjelang pelaksanaan pemilihan paruh waktu Harris juga mulai mengaitkan kegagalan kebijakan luar negeri tersebut dengan berbagai persoalan krusial yang sedang dihadapi oleh warga di dalam negeri sendiri.

Pihaknya menyoroti adanya ancaman serius terhadap hak-hak pilih masyarakat termasuk munculnya dugaan manipulasi pembagian daerah pemilihan yang berpotensi menghambat partisipasi publik dalam menentukan arah masa depan bangsa.

Mantan Wakil Presiden tersebut meyakini bahwa kini rakyat Amerika sedang berada pada fase yang semakin skeptis terhadap dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh kebijakan pemerintah mulai dari lonjakan harga bahan bakar hingga beban anggaran perang.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung