Berita, Nasional

Jika Dirinya yang Mengurus Cak Imin Sesumbar Cuma Butuh 2 Hari Bereskan Carut Marut MBG: Matematikanya Gampang Banget!

Repelita.net

21 June 2026 19:59 WIB • 588 view

Jika Dirinya yang Mengurus Cak Imin Sesumbar Cuma Butuh 2 Hari Bereskan Carut Marut MBG: Matematikanya Gampang Banget!
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berperan penting sebagai penggerak ekosistem ekonomi baru yang langsung menyentuh sektor pertanian serta pelaku usaha mikro.

Menurutnya, efektivitas program ini tidak hanya diukur dari perbaikan gizi masyarakat, tetapi juga bagaimana ia mampu memicu kemunculan pengusaha-pengusaha lokal baru.

ADVERTISEMENT

Selain itu, ia mencatat bahwa MBG telah memberikan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas harga komoditas pangan pokok di tingkat daerah.

“Salah satu ekosistem yang paling terbentuk adalah bagaimana menumbuhkan pelaku usaha baru, sekaligus menstabilkan harga, sehingga petani untung dari proses MBG,” kata Muhaimin, Minggu, 21 Juni 2026.

Sebagai contoh, ia merujuk pada dampak positif yang dirasakan di wilayah Jawa Timur, di mana penyerapan hasil panen petani dan peternak terserap secara optimal.

Laporan dari Badan Gizi Nasional mengonfirmasi bahwa program ini sukses menjaga harga telur serta berbagai jenis sayuran agar tidak mengalami lonjakan inflasi.

“MBG dalam waktu singkat bisa membantu mengatasi harga telur di Jawa Timur. Bukan hanya telur, harga-harga sayur berkat MBG juga berhasil mengatasi fluktuasi inflasi di Jawa Timur,” ujarnya.

Muhaimin menegaskan, tujuan utama dari program ini adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat lapisan bawah melalui perputaran dana yang besar.

“Konsentrasi utama dari BGN ini adalah ekosistem pemberdayaan ekonomi di bawah. Uang yang beredar di bawah jumlahnya sangat besar dan harus berdampak kepada mereka,” tegas Ketua Umum PKB tersebut.

Ia menginstruksikan agar setiap penyempurnaan manajemen program wajib berpedoman pada Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional.

Langkah ini diambil untuk memastikan distribusi manfaat tepat sasaran, terutama bagi masyarakat yang mendiami daerah tertinggal serta kelompok miskin ekstrem.

“Daerah tertinggal, kemiskinan ekstrem, dan kemiskinan harus menjadi prioritas yang diutamakan dalam pemberian kepada penerima manfaat. Semua itu ada di dalam DTSEN,” katanya.

Muhaimin mengungkapkan rasa optimisnya bahwa di bawah pengelolaan yang profesional, program prioritas pemerintah ini akan mencapai target keberhasilan secara maksimal.

Bahkan, ia sempat melontarkan keyakinan bahwa pengelolaan program tersebut sebenarnya bisa diselesaikan dengan cara yang lebih sederhana dan cepat.

"Kalau saya diserahin ngurus MBG, dua hari selesai sebetulnya. Urusan gampang banget," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penggunaan sumber daya negara dalam program ini merupakan wujud tanggung jawab pemerintah dalam menjamin asupan gizi bagi generasi mendatang sesuai amanat konstitusi.

"Ada duit segini, anak usia 1 hari sampai 9 tahun wajib menurut pasal 33 mendapatkan asupan gizi yang memadai," pungkasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung