Repelita [Jakarta] - Langkah militer Republik Islam Iran terhadap Israel baru-baru ini menandai perubahan signifikan dalam peta konflik kawasan.
Serangan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap Lebanon, meskipun tidak ada aksi agresi langsung dari pihak Israel terhadap wilayah Iran sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Analis geopolitik Tengku Zulkifli Usman menilai langkah ini sebagai bukti bahwa Iran memiliki komitmen kuat dalam menjaga aliansinya di kawasan dari segala bentuk gangguan.
Menurut Tengku Zulkifli Usman, Iran menunjukkan kapasitasnya tidak sekadar mampu melakukan pertahanan diri, melainkan juga sanggup melindungi negara sekutu secara aktif.
Hal ini, lanjutnya, menjadi kontras dengan posisi negara-negara Arab yang dinilai minim langkah strategis dalam melindungi sesama maupun diri sendiri.
Tengku Zulkifli Usman menekankan bahwa meskipun ditekan sanksi internasional selama hampir setengah abad dan memiliki anggaran militer terbatas sekitar 15 miliar dolar AS per tahun, Iran tetap menunjukkan daya tawar politik yang tinggi.
Dalam operasi serangan tersebut, sebagaimana dijelaskan Tengku Zulkifli Usman, Iran dikabarkan mengerahkan teknologi rudal balistik baru yang mampu melesat dengan kecepatan 9 Mach.
Serangan yang diluncurkan dari wilayah Iran bagian barat ini mampu mencapai sasaran di Israel hanya dalam waktu sekitar 10 menit.
Tengku Zulkifli Usman menambahkan, taktik ini sekaligus menjadi pesan diplomatik yang tegas kepada pihak Amerika Serikat dan Israel terkait dinamika konflik di masa depan.
Kegagalan strategi AS dan Israel dalam menghadapi Iran, menurut analisis Tengku Zulkifli Usman, telah memicu instabilitas internal pada militer Washington, termasuk perdebatan di Pentagon serta kongres.
Bahkan di tingkat intelijen, kegagalan dalam menganalisis ketahanan Iran telah berujung pada perombakan jabatan di jajaran tinggi Mossad atas arahan Netanyahu.
Iran kini dinilai Tengku Zulkifli Usman memegang kendali atas arah situasi di lapangan, termasuk terkait pemeliharaan kekuatan proksi dan kontrol di jalur strategis Selat Hormuz.
Situasi ini memaksa pihak-pihak yang berseberangan dengan Iran untuk menghadapi kenyataan bahwa skenario yang mereka susun selama ini tidak berjalan sesuai prediksi awal. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok