Berita, Timur Tengah

Iran Samakan Selat Hormuz dengan Bom Atom, AS Mulai Cemas soal Jalur Minyak Dunia

Repelita.net

09 May 2026 20:22 WIB • 785 view

Iran Samakan Selat Hormuz dengan Bom Atom, AS Mulai Cemas soal Jalur Minyak Dunia
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Penasihat senior pemimpin tertinggi Iran, Mohammad Mokhber, melontarkan pernyataan mengejutkan dengan menganalogikan signifikansi strategis Selat Hormuz setara dengan kepemilikan senjata pemusnah massal nuklir.

Dalam pandangannya, kendali penuh atas jalur pelayaran paling krusial bagi ekonomi global tersebut memberikan kekuatan tawar yang luar biasa besar bagi Republik Islam di kancah internasional saat ini.

ADVERTISEMENT

Melalui rekaman video yang dipublikasikan oleh kantor berita Mehr, Mokhber secara gamblang menyamakan potensi selat tersebut dengan kekuatan militer tertinggi dengan menyatakan, "Selat Hormuz memiliki peluang yang sama berharganya dengan bom atom."

Tokoh berpengaruh tersebut menilai bahwa selama ini Teheran belum mengoptimalkan posisi geografisnya yang sangat istimewa, padahal satu keputusan di jalur tersebut mampu mengguncang stabilitas finansial dunia secara instan.

Mokhber menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap mempertahankan kendali atas wilayah tersebut dan berencana melakukan perombakan besar-besaran terhadap aturan main yang berlaku di jalur perdagangan energi tersebut.

Ia menekankan ambisi diplomatik dan hukum Iran untuk memperkuat kedaulatannya dengan berujar bahwa Iran akan 'mengubah rezim selat Hormuz' melalui hukum internasional jika memungkinkan.

Meskipun pihak Iran belum merinci secara teknis soal pungutan biaya kepada kapal-kapal yang melintas, data dari Lloyd's List menyebutkan bahwa otoritas khusus untuk penarikan bea tol laut telah resmi dibentuk oleh Teheran.

Rencana pemberlakuan tarif lintas ini langsung memicu reaksi keras dari Amerika Serikat serta organisasi maritim PBB (IMO) yang menganggap tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap norma pelayaran bebas internasional.

Selat Hormuz kini menjadi instrumen negosiasi yang sangat vital bagi Iran dalam upaya menekan Washington agar bersedia memperpanjang masa gencatan senjata guna memberikan ruang bagi penyelesaian konflik secara menyeluruh.

Saat ini, dunia sedang memantau keputusan akhir Teheran terkait proposal perpanjangan masa damai yang diajukan oleh Gedung Putih guna menghindari eskalasi perang yang lebih luas di kawasan Teluk Persia.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung