Berita, Timur Tengah

Iran Resmi Tutup Selat Hormuz, Wajibkan Kapal Bayar Tol Selat Hormuz

Repelita.net

09 May 2026 17:52 WIB • 823 view

Iran Resmi Tutup Selat Hormuz, Wajibkan Kapal Bayar Tol Selat Hormuz
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Pemerintah Iran secara resmi telah menginstruksikan pembentukan lembaga khusus yang memegang kendali penuh atas lalu lintas maritim di wilayah strategis Selat Hormuz melalui mekanisme pemungutan bea transit bagi setiap kapal yang melintas.

Kebijakan sepihak ini mencuat ke publik setelah jurnal maritim internasional terkemuka, Lloyd List, merilis laporan mendalam pada Jumat (8/5/2026) mengenai perubahan drastis aturan pelayaran di gerbang utama perdagangan minyak dunia tersebut.

ADVERTISEMENT

Dalam laporannya, Lloyd List memaparkan sistem baru yang diterapkan otoritas setempat dengan menyatakan, “Otoritas Selat Teluk Persia telah memperkenalkan kerangka kerja baru yang mengharuskan kapal untuk mendapatkan izin transit dan membayar tol sebelum berlayar.”

Teheran kini mewajibkan setiap operator kapal internasional untuk menyerahkan data yang sangat spesifik dan komprehensif sebagai syarat utama untuk mendapatkan lampu hijau melintasi perairan yang tengah berada dalam tensi tinggi tersebut.

Persyaratan ketat tersebut mencakup transparansi identitas seluruh awak hingga tujuan perjalanan sebagaimana dituliskan dalam jurnal tersebut bahwa, “Kapal-kapal diharuskan untuk menyerahkan catatan rinci mengenai kepemilikan, asuransi, rincian awak kapal, dan rute transit yang direncanakan.”

Stasiun televisi pemerintah Press TV mempertegas langkah ini sebagai upaya nyata Teheran dalam memantapkan kedaulatan absolut mereka di Selat Hormuz, di mana setiap kapal akan menerima instruksi teknis melalui korespondensi elektronik resmi dari alamat [email protected].

Instansi baru yang dibentuk Iran ini tidak hanya bertugas sebagai pengawas keamanan, tetapi juga sebagai pemungut pendapatan negara yang rencananya akan dialokasikan secara bersama dengan negara tetangga, Oman, sebagai mitra di kawasan selat.

Munculnya realitas baru ini terjadi bersamaan dengan keputusan mengejutkan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menghentikan sementara misi militer Project Freedom yang sebelumnya bertujuan membuka paksa jalur tersebut bagi armada dagang Barat.

Langkah keras Iran dalam menyegel jalur pelayaran internasional ini merupakan aksi balasan strategis setelah fasilitas nasional mereka menjadi target serangan udara masif yang dilancarkan oleh aliansi Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.

Meskipun kedua belah pihak saat ini sedang berada dalam periode gencatan senjata, militer Amerika Serikat dilaporkan masih melakukan tindakan agresif terhadap kapal kargo milik Iran di tengah blokade laut yang terus mencekik ekonomi negara tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung