Berita, Timur Tengah

Iran Kuasai Selat Hormuz, Siap Layani Kapal Usai Trump Tunda Proyek Project Freedom

Repelita.net

07 May 2026 17:06 WIB • 790 view

Iran Kuasai Selat Hormuz, Siap Layani Kapal Usai Trump Tunda Proyek Project Freedom
Foto: Istimewa

Repelita Selat Hormuz - Pemerintah Iran secara resmi mengambil alih kendali penuh atas lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan untuk menunda operasi "Project Freedom".

Keputusan Washington untuk menghentikan sementara misi pengawalan kapal-kapal komersial tersebut justru dimanfaatkan Teheran untuk memperkuat cengkeramannya di jalur perairan strategis tersebut.

ADVERTISEMENT

Iran melalui otoritas yang disebut Persian Gulf Strait Authority (PGSA) kini memberlakukan mekanisme baru bagi setiap kapal yang hendak melintasi Selat Hormuz.

Dalam sistem yang mulai dioperasikan tersebut, setiap kapal wajib menerima pemberitahuan melalui email yang berisi aturan-aturan transit yang telah ditetapkan.

Setelah mematuhi seluruh kerangka peraturan yang telah ditentukan barulah kapal yang bersangkutan dapat memperoleh izin untuk melintasi selat sempit itu.

Langkah sepihak Iran ini diambil setelah Trump mengumumkan bahwa "Project Freedom" hanya akan dijeda untuk sementara waktu guna memberi ruang bagi negosiasi damai dengan Teheran.

Padahal sehari sebelumnya, Washington meluncurkan operasi besar-besaran dengan mengerahkan 15.000 personel, kapal perusak rudal, serta lebih dari 100 pesawat tempur untuk mengawal kapal dagang.

Namun ambisi Trump untuk membuka paksa jalur pelayaran itu kandas setelah Arab Saudi disebut menolak meminjamkan wilayah udaranya demi mendukung misi tersebut.

Dengan tersendatnya "Project Freedom", Iran justru dengan percaya diri menyatakan bahwa Selat Hormuz sepenuhnya berada dalam kendali mereka.

Media pemerintah Iran Press TV mengonfirmasi bahwa mekanisme pengaturan lalu lintas kapal itu "kini telah beroperasi" di perairan Teluk.

Sementara itu, hampir 1.600 kapal dengan sekitar 23.000 awak kapal masih terperangkap di kawasan Teluk akibat kebuntuan ini.

Walaupun menghentikan pengawalan, Trump menegaskan bahwa blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap diterapkan sepenuhnya.

"Ini adalah kegagalan telak bagi Amerika," tegas pernyataan yang dikutip dari media Iran, menyusul mundurnya armada superpower tersebut dari ambisi menguasai selat.

Kini Iran menyatakan siap melayani kapal-kapal komersial yang ingin melintas, tetapi sepenuhnya dengan izin dan aturan yang telah ditetapkan Teheran. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung