Berita, Timur Tengah

Iran Buat Armada AS Mundur dari Teluk, Potensi Perang Terbuka di Kawasan Teluk?

Repelita.net

07 May 2026 17:02 WIB • 776 view

Iran Buat Armada AS Mundur dari Teluk, Potensi   Perang Terbuka di Kawasan Teluk?
Foto: Istimewa

Repelita Teluk Persia - Sebuah peristiwa mengejutkan terjadi di perairan Teluk Persia ketika pasukan Iran berhasil memukul mundur armada Angkatan Laut Amerika Serikat yang tengah menggelar operasi "Project Freedom".

Menurut laporan yang beredar, kapal perang AS terpaksa menarik diri dari kawasan strategis tersebut setelah mendapat serangan dari Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

ADVERTISEMENT

Teheran menyebut bahwa salah satu fregat milik Angkatan Laut AS terkena hantaman di kawasan Teluk Persia, memaksa armada superpower itu untuk berbalik arah guna menghindari kerugian yang lebih besar.

Langkah mundur pasukan AS ini dikonfirmasi setelah Presiden Donald Trump mengumumkan penghentian sementara semua aktivitas militer di Selat Hormuz pada Rabu (6/5/2026).

Pengumuman tersebut datang hanya 48 jam setelah operasi "Project Freedom" diluncurkan dengan melibatkan 15.000 personel, kapal perusak rudal, serta lebih dari 100 pesawat tempur .

Media pemerintah Iran, Press TV, melaporkan bahwa kemunduran ini merupakan kekalahan telak bagi Washington yang sebelumnya menyatakan akan membuka paksa jalur pelayaran Selat Hormuz .

Iran dilaporkan berhasil menembakkan tembakan peringatan serius ke arah kapal perang AS, menargetkan kapal asal Korea Selatan yang melanggar aturan maritim baru, serta melayangkan ultimatum keras kepada Uni Emirat Arab .

"Proyek kebebasan adalah proyek kebuntuan," ujar Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menanggapi kegagalan operasi militer AS tersebut .

Pasukan Iran bahkan secara terbuka menyatakan akan menyerang "setiap kekuatan bersenjata asing" yang mencoba mendekati atau memasuki Selat Hormuz, terutama tentara AS .

Yang paling mengejutkan, AS menggunakan alasan permintaan dari Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan untuk menghentikan operasi, sebuah dalih yang oleh analis disebut sebagai upaya Washington mencari jalan keluar dari eskalasi yang kacau .

Meski gencatan senjata masih berlangsung, Iran menegaskan bahwa kedaulatan penuh atas Selat Hormuz adalah harga mati yang tidak dapat ditawar.

"Kami akan membuka Selat Hormuz hanya atas perintah pemimpin kami Khamenei," tegas pernyataan dari pihak militer Iran sebagaimana dilaporkan berbagai media .

Para analis militer internasional menilai bahwa era intimidasi angkatan laut sepihak Amerika Serikat di Teluk Persia secara efektif telah berakhir .

Kegagalan AS menggalang koalisi dan ketakutan akan perang habis-habisan dengan Iran menjadi faktor utama di balik kemunduran ini, menandai titik balik keseimbangan kekuatan di kawasan Timur Tengah.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung