Berita, Timur Tengah

Iran Bantah Klaim Trump Soal Pemindahan Uranium: Hanya Gertakan Politik dan Kebohongan Murni

Repelita.net

08 May 2026 21:59 WIB • 800 view

Iran Bantah Klaim Trump Soal Pemindahan Uranium: Hanya Gertakan Politik dan Kebohongan Murni
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran Behnam Saeedi melontarkan bantahan keras terhadap klaim otoritas Amerika Serikat mengenai adanya pemindahan material nuklir keluar dari wilayah kedaulatan negaranya pada hari Kamis 7 Mei 2026

Pernyataan ini muncul sebagai respon atas tuntutan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menjadikan penyerahan uranium sebagai syarat mutlak bagi tercapainya kesepakatan diplomatik baru serta penolakan terhadap batas pengayaan nuklir tertentu

ADVERTISEMENT

“Pernyataan Trump tentang penghapusan 400 kilogram uranium dari Iran adalah gertakan politik dan kebohongan murni. Tidak ada uranium yang dikeluarkan dari negara ini,” ujar Saeedi dalam keterangannya sebagaimana dilansir oleh kantor berita ISNA

Sebelumnya pada pekan lalu Donald Trump memberikan penegasan di Gedung Putih bahwa pihak Amerika Serikat akan menggunakan segala daya upaya guna mengamankan seluruh persediaan uranium milik Iran yang telah diperkaya tersebut

“Kami ingin mendapatkannya. Kami akan mengambilnya dengan cara apa pun. Kami akan mendapatkannya. Kami akan mendapatkannya atau kami akan mengambilnya. Mereka akan memberikannya kepada kami atau kami akan mengambilnya,” kata presiden AS itu guna menekankan posisi agresif negaranya

Eskalasi diplomatik ini terjadi di tengah kondisi negosiasi yang masih mengalami kebuntuan meskipun terdapat laporan bahwa Iran sempat mengusulkan pembukaan akses Selat Hormuz sebagai bagian dari langkah taktis meredakan ketegangan

Hubungan kedua negara tercatat merosot tajam sejak tanggal 28 Februari yang lalu ketika kekuatan militer Amerika Serikat bersama Israel melancarkan aksi penyerangan ke berbagai target strategis di wilayah Iran yang memicu korban dari kalangan sipil

Walaupun inisiatif gencatan senjata sempat diumumkan pada bulan April namun pertemuan lanjutan yang digelar di wilayah Islamabad gagal mencapai kesepakatan sehingga pihak Washington memberikan tenggat waktu tambahan bagi penyusunan proposal terpadu

Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional atau IAEA Rafael Grossi turut memberikan sorotan mengenai terhambatnya proses verifikasi di lapangan yang disebabkan oleh buruknya faktor keamanan akibat konflik bersenjata yang sedang berlangsung

“Akses seharusnya dilakukan pada 13 Juni, pada hari dimulainya serangan,” ungkap Grossi yang menyatakan bahwa jadwal inspeksi ke fasilitas nuklir terbaru Iran menjadi mustahil dilaksanakan karena bertepatan dengan dimulainya agresi militer

Pihak IAEA sebelumnya terus memantau dengan cermat volume cadangan uranium yang diperkaya di Iran sebelum situasi kawasan tersebut memburuk menjadi konflik terbuka yang menyulitkan pengawasan internasional terhadap aktivitas nuklir negara tersebut(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung