Repelita Jakarta - Guncangan politik hebat melanda pemerintahan Latvia setelah pemimpin eksekutif tertinggi negara Baltik tersebut secara resmi menyatakan meletakkan jabatannya pada pertengahan Mei tahun ini.
Langkah pengunduran diri tersebut diambil sebagai buntut dari krisis keamanan nasional yang dipicu oleh insiden infiltrasi pesawat tanpa awak milik militer Ukraina ke wilayah kedaulatan udara mereka.
ADVERTISEMENT
“Saat ini, kecemburuan politik dan kepentingan partai telah lebih penting dibanding tanggung jawab. Alhasil terjadi krisis dalam pemerintahan. Maka dari itu, saya mengumumkan pengunduran diri saya. Ini bukan keputusan mudah,” ungkapnya.
Sebelumnya gejolak di tubuh kabinet sudah mulai terbaca ketika penanggung jawab komando pertahanan nasional lebih dulu mengundurkan diri demi meminimalisasi politisasi di tubuh militer akibat kelalaian sistem pengawasan udara.
Pihak kepala negara mengonfirmasi bahwa aliansi politik pendukung pemerintah sudah tidak lagi solid dalam memberikan restu kepada kepemimpinan eksekutif yang sedang berjalan demi menghindari instabilitas regional yang lebih luas.
Surat resmi pelepasan jabatan kini telah diterima oleh pihak kepresidenan untuk selanjutnya dilakukan mekanisme perundingan cepat guna menyusun struktur pemerintahan transisi dalam waktu dekat.
Mantan kepala pemerintahan sempat merekomendasikan figur berlatar belakang perwira tinggi militer untuk memimpin kabinet baru ketimbang menunjuk perwakilan dari partai koalisi lama yang dinilai kurang mendapat dukungan.
Ketegangan di kawasan perbatasan timur kian memuncak ketika komando angkatan bersenjata setempat kembali mengaktifkan alarm status darurat menyusul adanya pergerakan mencurigakan dari objek terbang tidak dikenal.
Menanggapi situasi kritis tersebut armada jet tempur taktis bentukan pakta pertahanan barat langsung dikerahkan ke lokasi koordinat guna melakukan intersepsi dini pada dini hari di beberapa wilayah distrik.
Otoritas setempat juga telah mengimbau masyarakat sipil agar mengisolasi diri di dalam ruangan serta segera melaporkan kepada petugas kedaruratan apabila mendeteksi adanya aktivitas mencurigakan di langit.
“Jika Anda melihat adanya objek terbang yang mencurigakan dan berbahaya, jangan mendekat dan panggil 112. Kami akan mengkonfirmasi kembali ketika ancaman sudah berakhir,” terangnya.
Guna meredam polemik bilateral yang terjadi pihak pemerintah Kiev menyatakan komitmennya untuk segera mengirimkan sejumlah delegasi ahli taktis guna membantu memodernisasi sistem deteksi pertahanan udara di kawasan Baltik.
Kedua negara sepakat bahwa tantangan pertahanan regional saat ini tidak lepas dari meluasnya dampak konfrontasi bersenjata di Eropa Timur serta keterlibatan aktif mereka dalam konsorsium pengadaan pesawat nirawak internasional.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok