Berita, Nasional

Himbauan PB PMII Agar Aksi Demonstrasi Mahasiswa Berlangsung Damai dan Mencegah Tindakan Anarkis

Repelita.net

18 August 2026 22:38 WIB • 491 view

Himbauan PB PMII Agar Aksi Demonstrasi Mahasiswa Berlangsung Damai dan Mencegah Tindakan Anarkis
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Gelombang unjuk rasa yang belakangan marak terjadi mengundang perhatian banyak pihak agar penyampaian aspirasi warga tidak tergelincir menjadi tindakan destruktif. Pengalaman dinamika demonstrasi pada masa lalu sepatutnya dijadikan bahan evaluasi mendalam bagi kalangan mahasiswa maupun masyarakat luas.

Pentingnya menjaga ketertiban serta kedamaian dalam menyampaikan pendapat di muka umum ditegaskan oleh Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII). Pihaknya mengingatkan agar sarana demokrasi tersebut disikapi secara matang dan penuh pertimbangan rasional.

ADVERTISEMENT

"Aksi demonstrasi belakangan ini perlu disikapi secara bijak, mengingat pengalaman aksi pada Agustus tahun sebelumnya yang ternyata diwarnai dengan aksi anarkis berupa pengerusakan dan pembakaran hingga penjarahan," ujar Tahsir dalam keterangannya, Selasa 18 Agustus 2026.

Pendapat serta gagasan utama yang hendak disuarakan berpotensi kabur apabila diwarnai dengan aksi-aksi anarkisme. Kerusakan fasilitas publik hingga aksi penjarahan justru dinilai memperburuk reputasi gerakan moral mahasiswa di mata khalayak umum.

"Lebih jauh lagi, akan merusak citra mahasiswa dan demokrasi Indonesia," kata Tahsir.

Meskipun kebebasan berpendapat dijamin sepenuhnya oleh undang-undang, pelaksanaannya tetap harus berjalan selaras dengan tanggung jawab menjaga ketertiban umum. Penyampaian gagasan secara tertib dan sesuai koridor hukum dianggap jauh lebih efektif dalam menyampaikan pesan perjuangan.

"Mahasiswa dan masyarakat diharapkan mengutamakan penyampaian aspirasi secara damai dan konstitusional," kata Tahsir.

Selain turun ke jalan, terdapat berbagai kanal partisipasi publik lain yang dinilai tak kalah efektif dalam memberikan masukan terhadap kebijakan pemerintah. Ruang-ruang dialog, forum akademis, hingga aksi nyata di tengah masyarakat menjadi wadah alternatif yang berbobot.

"Mahasiswa dan masyarakat diharapkan mengutamakan penyampaian aspirasi secara damai dan konstitusional serta mempertimbangkan kegiatan alternatif yang lebih konstruktif," kata Tahsir.

Pendekatan berbasis riset, argumentasi ilmiah, serta data yang akurat dinilai mampu menjaga substansi kritik agar tetap berbobot. Langkah tersebut sekaligus menjaga kepedulian serta rasa percaya masyarakat terhadap gerakan kritis mahasiswa.

"Penyampaian kritik yang berbasis data, argumentasi, dan dilakukan secara damai dinilai lebih mampu menjaga substansi perjuangan sekaligus mempertahankan kepercayaan publik terhadap gerakan mahasiswa," pungkas Tahsir.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung