Berita, Nasional

Heru Subagia Bela Amien Rais dan Tantang Hercules Bertemu Langsung di Yogyakarta Terkait Kritik Pemerintahan Prabowo-Gibran

Repelita.net

11 May 2026 23:29 WIB • 1,032 view

Heru Subagia Bela Amien Rais dan Tantang Hercules Bertemu Langsung di Yogyakarta Terkait Kritik Pemerintahan Prabowo-Gibran
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pengamat politik dan ekonomi, Heru Subagia, melayangkan pembelaan terbuka bagi tokoh senior Amien Rais setelah mendapatkan ancaman dari Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules.

Ia bahkan melontarkan tantangan balik agar pimpinan organisasi massa tersebut berani menemui langsung mantan Ketua MPR itu guna menyampaikan keberatannya secara beradab di kediamannya di Yogyakarta.

ADVERTISEMENT

Heru mengaku sangat sedih melihat cara Hercules dalam merespons kritikan yang ditujukan kepada jalannya roda pemerintahan di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka saat ini.

Heru Subagia menyampaikan keprihatinannya dengan berujar "Memprihatinkan sekali ucapan Hercules yang disampaikan kepada pak Amien Rais, dosen saya, dan juga kemarin saya menyatakan diri salah satu orang terdepan membela pak Amien," ungkapnya pada Senin, 11 Mei 2026.

Baginya, suara kritis yang dilontarkan oleh tokoh reformasi tersebut murni bersumber dari rasa cinta serta kekhawatiran yang mendalam terhadap arah masa depan bangsa yang sedang mengalami ketidakpastian.

Kepada awak media, ia menambahkan argumennya dengan menyatakan bahwa "Pak Amien Rais prihatin dengan kondisi tanah air di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran," dalam sesi wawancara khusus mengenai dinamika politik nasional.

Heru menilai tuduhan Hercules yang menyebut sang tokoh senior telah merusak kehormatan kepala negara merupakan sebuah kesimpulan yang terburu-buru serta kurang teliti dalam menelaah isi pesan yang disampaikan.

Secara tajam ia memberikan kritik balik dengan berujar "Apa yang dituduhkan Hercules, di mana pak Amien Rais menyerang harkat dan martabat seorang presiden, saya nyatakan adalah bentuk kecerobohan dan ketidakhati-hatian dan agresivitas dari seorang Hercules," tegasnya.

Pihaknya meyakini bahwa narasi yang dibangun oleh Amien Rais sesungguhnya adalah bentuk kewaspadaan demi menjaga kelestarian tatanan demokrasi serta stabilitas kepemimpinan nasional agar tetap pada koridor konstitusi yang berlaku.

Heru memperjelas posisi pembelaannya dengan mengatakan bahwa "Apa yang disampaikan Amien Rais justru terlahir daripada kecemasan terhadap keberlangsungan Pemerintahan Prabowo-Gibran," tukas sang pengamat tersebut dengan nada yang sangat meyakinkan.

Ia juga menyindir keterbatasan perspektif Hercules dalam memahami esensi kritik intelektual yang sebelumnya viral mengenai relasi antara presiden dengan jajaran sekretariat kabinet di lingkungan istana beberapa waktu belakangan ini.

Terkait hal itu, Heru memberikan penilaian menohok dengan menyebutkan "Terlalu dangkal ketika pemahaman Hercules tentang bagaimana kritik yang disampaikan lewat video yang sempat viral kepada pak Prabowo dan Teddy sebagai bagian dari bentuk merendahkan," tuturnya.

Lebih lanjut, ia sangat menyayangkan sikap sang pimpinan ormas yang membawa-bawa faktor usia sebagai dasar untuk merendahkan integritas serta keabsahan pendapat seorang warga negara di muka umum secara tidak pantas.

Ia kembali menekankan kekecewaannya dengan menuliskan "Sangat disesalkan ketika Hercules mengatakan bahwa serangan pribadi itu tidak pantas dilakukan Amien Rais karena sudah tua," imbuhnya memberikan penegasan terhadap marwah sang tokoh senior.

Heru menilai sosok Amien sebagai negarawan yang telah mewakafkan dirinya bagi kemajuan demokrasi Indonesia sejak masa awal kebangkitan reformasi hingga saat ini tanpa memikirkan kepentingan kelompoknya sendiri di panggung politik.

Pujian setinggi langit ia berikan kepada gurunya tersebut dengan menyatakan "Ini bertolak belakang dengan sosok Amien Rais yang negarawan sejati, sudah tidak melihat dirinya sebagai entitas manusia biasa, betul-betul secara konsisten sejak zaman reformasi hingga saat ini all out bagaimana negara berjalan sebagaimana mestinya," ungkapnya.

Demi membuktikan kemurnian argumennya, Heru bahkan menawarkan diri untuk memfasilitasi pertemuan tatap muka di wilayah Yogyakarta agar perdebatan ini dapat diselesaikan dengan cara yang lebih ksatria dan juga jantan.

Heru menawarkan opsi pertemuan langsung dengan berkata "Saya pikir ketika Hercules sudah ketemu langsung dengan Teddy, baiknya harus juga bertemu langsung dengan Amien Rais," yang ditujukan sebagai tantangan terbuka bagi pihak kelompok tersebut.

Ia menutup pernyataannya dengan kesiapan memberikan pendampingan jika Hercules benar-benar ingin menyampaikan keberatannya di hadapan sang tokoh reformis secara langsung tanpa melalui retorika di media massa saja yang berisik.

Secara terbuka ia menandaskan bahwa "Kalau perlu Hercules saya antar ke Yogyakarta, saya siap memfasilitasi bila mau melontarkan argumentasinya," pungkasnya mengakhiri sesi penjelasan panjang lebar mengenai situasi politik nasional yang kian memanas tersebut.

Sebagai latar belakang, Hercules sebelumnya meradang atas pernyataan Amien Rais yang dinilai telah melewati batas etika karena menyinggung kedekatan antara Presiden dengan Seskab Teddy Indra Wijaya melalui kanal video digital.

Ketua GRIB Jaya tersebut sempat berujar "Pak Amien Rais itu kita sangat menghormati, angkat jempol. Tapi karena mungkin orang sudah tua kali ya, usia sudah sepuh ya, jadi artinya mengeluarkan kata-kata yang seolah-olah Bapak Presiden itu homo dengan Seskab-nya," tuturnya.

Ia pun memberikan peringatan keras kepada Amien agar lebih berhati-hati dalam berucap di ruang publik melalui kalimat penutup yakni "Kamu jual saya beli, kamu paksakan saya borong! Hati-hati Anda. Jangan seenaknya orang makan cabai pedas, enak banget lu! Kemarin lu nggak dukung, udah kalah ya diamlah," tutupnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung