Berita, Nasional

Hendri Satrio sebut Gibran calon presiden terkuat di Pilpres 2029 selain Prabowo meski kepuasan publik berjarak

Repelita.net

15 September 2026 18:18 WIB • 428 view

Hendri Satrio   sebut Gibran calon presiden terkuat di Pilpres 2029 selain Prabowo meski kepuasan publik berjarak
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Persaingan menuju ajang Pemilihan Presiden 2029 diprediksi bakal berlangsung jauh lebih sengit dan dinamis ketimbang kontestasi politik pada periode sebelumnya.

Sejumlah nama kandidat mulai ramai digadang-gadang masuk dalam bursa pencalonan nasional, termasuk sosok Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

ADVERTISEMENT

Pengamat Politik Hendri Satrio menilai bahwa Gibran Rakabuming Raka menjadi salah satu tokoh yang sangat memperkuat konstelasi persaingan apabila Presiden Prabowo Subianto kembali berlaga.

Hendri Satrio bahkan menempatkan nama Gibran Rakabuming Raka sebagai salah satu kandidat calon presiden paling kuat di samping sosok incumbent.

"Calon-calonnya banyak. 2029 ini kayaknya enggak cuma Prabowo-Gibran. Mas Gibran sendiri ya calon presiden terkuat, menurut saya, selain Prabowo," kata Hendri, dikutip Selasa (15/9/2026).

Pernyataan dari pengamat politik tersebut memberikan sinyal bahwa duet Prabowo-Gibran pada agenda kontestasi lalu tidak serta-merta berlanjut secara otomatis pada 2029.

Apabila Prabowo Subianto memutuskan kembali maju untuk periode kedua, Gibran Rakabuming Raka berpotensi merintis garis politik mandiri dan bersaing sebagai calon presiden.

Hendri Satrio memandang peta persaingan Pilpres 2029 masih sangat cair dan memberi ruang terbuka bagi bermunculannya figur-figur potensial dari partai politik.

Partai PDI Perjuangan misalnya, dinilai memiliki barisan kader mumpuni seperti Ganjar Pranowo, Puan Maharani, hingga sosok Pramono Anung.

Dirinya pun tidak menampik kemungkinan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bakal kembali turun ke gelanggang kontestasi kepemimpinan nasional.

"PDI-P juga tidak pernah kekurangan kader. Ada Mas Ganjar, Mbak Puan, dan yang paling kuat kan Mas Pramono. Dan bisa jadi nanti adalah Megawati Soekarnoputri ‘The Last Dance’," ujar Hendri.

Kendati demikian, posisi politik yang dimiliki Gibran Rakabuming Raka dinilai memiliki keunggulan tersendiri jika disandingkan dengan nama-nama kandidat lainnya.

Gibran Rakabuming Raka kini menempati posisi strategis sebagai Wakil Presiden RI sejak 2024, bukan sekadar figur potensial masa depan semata.

Pengalaman menduduki jabatan puncak dalam struktur eksekutif selama satu periode penuh menjadi modal politik berharga untuk melangkah ke panggung Pilpres 2029.

Di samping itu, Hendri Satrio menilai faktor keberadaan Joko Widodo alias Jokowi masih memegang peranan krusial bagi perjalanan karier politik sang anak.

Mantan Presiden RI tersebut dipandang mempunyai kecakapan mumpuni dalam membaca kalkulasi serta momentum politik secara presisi.

"Jokowi itu orang yang sangat cerdas di politik. Dia paham strategi politik, dia paham momentum politik. Itu kelebihan seorang Jokowi," kata Hendri.

Namun demikian, seluruh konstelasi serta pergerakan koalisi partai menuju kontestasi 2029 dipastikan masih terus bergerak fleksibel mengikuti dinamika sosial.

Dengan peta pertarungan yang kian terbuka, Gibran Rakabuming Raka berpeluang menjelma sebagai pusat kekuatan baru, termasuk jika harus berhadapan dengan Prabowo Subianto.

Di tengah bergulirnya wacana bursa Pilpres 2029, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pasangan pimpinan nasional tersebut tercatat menunjukkan celah yang cukup lebar.

Hasil riset Arus Survei Indonesia (ASI) mendokumentasikan tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berada pada angka 57,6 persen.

Sementara itu, angka kepuasan masyarakat terhadap kinerja Wapres Gibran Rakabuming Raka tercatat berada pada level 40,1 persen.

Temuan data tersebut merupakan bagian dari survei nasional bertajuk Evaluasi Kinerja dan Program Prioritas Pemerintahan Prabowo-Gibran yang dipaparkan pada 6 September 2026.

Direktur Eksekutif ASI Ali Rif'an menjabarkan rincian angka 57,6 persen kepuasan terhadap Presiden mencakup 9 persen sangat puas dan 48,6 persen cukup puas.

"Sebanyak 57,6 persen masyarakat mengaku puas dengan kinerja Presiden Prabowo," kata Ali, dikutip Senin (7/9/2026).

Adapun kelompok responden yang mengekspresikan ketidakpuasan pada kinerja Presiden mencapai 40,6 persen, terdiri atas 34 persen kurang puas dan 6,6 persen sangat tidak puas.

Di sisi lain, tingkat kepuasan atas kinerja Wapres Gibran sebesar 40,1 persen berasal dari akumulasi 4,1 persen sangat puas dan 36 persen cukup puas.

Sedangkan persentase responden yang merasa tidak puas terhadap kinerja Wapres menyentuh angka 54,4 persen, mencakup 39,7 persen kurang puas dan 14,7 persen sangat tidak puas.

Ali Rif'an menegaskan bahwa disparitas persepsi publik antara pimpinan eksekutif puncak dan wakilnya tersebut tergolong amat mencolok.

"Sejauh yang saya cermati, ini termasuk interval tertinggi antara kepuasan Presiden dan Wapres RI," ujar Ali.

Kesenjangan angka kepuasan tersebut menjadi gambaran awal tantangan politik yang perlu diantisipasi oleh Gibran Rakabuming Raka apabila ingin berlaga pada Pilpres 2029.

Meskipun begitu, rentang waktu yang tersisa masih sangat memadai bagi seluruh figur untuk memperkuat kinerja dan menaikkan tingkat penerimaan publik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung