Berita, Peristiwa

Helikopter Water Bombing Kontrak BNPB Jatuh di Sungai Barito Kalsel, Tiga Kru Berhasil Dievakuasi

Repelita.net

08 November 2026 21:38 WIB • 86 view

Helikopter Water Bombing Kontrak BNPB Jatuh di Sungai Barito Kalsel, Tiga Kru Berhasil Dievakuasi
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Sebuah helikopter jenis Eurocopter EC225LP Super Puma yang dikontrak Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan dilaporkan terjatuh di perairan Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

ADVERTISEMENT

Armada udara dengan nomor registrasi VH-HGM tersebut mengalami insiden kecelakaan saat tengah menjalankan misi pengeboman air atau water bombing di wilayah Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengonfirmasi bahwa helikopter itu mengangkut tiga orang kru penerbangan saat bertugas.

"Berdasarkan laporan awal, kondisi terakhir 3 orang kru berhasil dievakuasi dan unit heli sudah dievakuasi ke pinggir sungai," kata Berton saat dikonfirmasi pada Minggu siang, 8 November 2026.

Berton menerangkan secara rinci bahwa musibah jatuhnya helikopter di Sungai Barito, Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala tersebut terjadi tepat pada pukul 11.58 WITA.

Berdasarkan laporan resmi yang diterima instansinya, kecelakaan bermula ketika helikopter sedang melakukan manuver udara sesaat setelah mengambil muatan air memakai perangkat bambi bucket dari sungai.

"Tampak pada tangkapan video amatir helikopter kehilangan kendall saat bermanuver setelah mengambil air dengan bambi bucket di sungai," jelas Berton dalam siaran rilisnya.

Sebagai informasi latar belakang, helikopter dengan nomor seri pabrik atau Manufacturer Serial Number 2878 tersebut merupakan armada milik pihak swasta yang disewa BNPB guna mendukung kelancaran operasi pengeboman air.

Selama beroperasi di wilayah Indonesia, armada helikopter serupa memang kerap diandalkan untuk menunjang berbagai misi penanggulangan bencana dengan catatan rute penerbangan yang meliputi Banjarmasin, Pontianak, serta Surabaya.

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi dilaporkan telah menerima laporan pendahuluan mengenai peristiwa jatuhnya helikopter operasional di Kalimantan Selatan tersebut.

Hingga saat ini, tim petugas gabungan terkait masih bersiaga penuh di sekitar lokasi kejadian sambil menyusun laporan komprehensif mengenai kronologi serta penyebab pasti kecelakaan.

"Laporan lengkap mengenai kronologi serta penyebab pasti kecelakaan sedang disusun untuk segera disampaikan kepada publik dan pihak berwenang," pungkasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung