Berita, Viral Sosmed

[HEBOH] Tragedi KM 50 Kembali Membara Netizen Tolak Ajakan Damai Dudung dan Tagih Keadilan bagi Laskar FPI

Repelita.net

09 May 2026 20:11 WIB • 1,810 view

[HEBOH] Tragedi KM 50 Kembali Membara Netizen Tolak Ajakan Damai Dudung dan Tagih Keadilan bagi Laskar FPI
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Gelombang tuntutan keadilan atas peristiwa berdarah di KM 50 kembali memuncak di jagat maya setelah akun Edy Bayo Regar @regar_op0sisi mengunggah kembali memori kelam tersebut pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Unggahan yang memuat video konferensi pers lawas aparat kepolisian itu memicu perdebatan panas mengenai transparansi hukum, di mana akun tersebut menyematkan narasi keras: "Drama pembunuhan 6 laskar FPI."

ADVERTISEMENT

Polemik ini semakin meruncing saat publik menyoroti pernyataan mantan KSAD Dudung Abdurachman yang mengajak masyarakat membangun bangsa dengan keteduhan tanpa provokasi karena faktor usia yang sudah menua.

Menanggapi ajakan damai tersebut, akun Maria A. Alkaff @MariaAlkaff_ pada 9 Mei 2026 justru mengunggah kembali sikap tegas Habib Rizieq Shihab (IBHRS) yang memberikan garis pemisah antara perdamaian dan pertanggungjawaban hukum.

Dalam kutipan tersebut, IBHRS menegaskan: "Itu untung Orang Baik! Sedangkan untuk ORANG JAHAT yang terlibat Pembantaian 6 Pemuda Santri di KM 50 & terlibat dalam Pecah Belah Umat melalui Operasi Begal."

Netizen pun terpantau memberikan reaksi beragam yang mayoritas bernada skeptis terhadap penyelesaian kasus tersebut, salah satunya datang dari akun Ical muh @Sadar_waras pada tanggal 9 Mei 2026.

Ia meluapkan kekecewaannya atas heningnya suara wakil rakyat dengan mencuitkan: "Ini kasus hilang tanpa kesan memang hebat cara main nya. Drama terbodoh yang banyak terhipnotis dengan suguhannya dan entah kemana suara wakil rakyat saat rakyat nya butuh keadilan. Hening semuanya."

Selain itu, keterlibatan unsur militer dalam urusan penegakan hukum di masa lalu juga kembali digugat oleh masyarakat digital yang menganggap hal tersebut sebagai bentuk koordinasi yang melampaui wewenang.

Akun OntaxId @OntaxId pada 9 Mei 2026 menyindir peran sang jenderal dalam urusan kepolisian dengan menuliskan: "Dungdung baliho niat banget tampil di urusan polisi, berarti nunjukin emang ada koordinasi."

Desakan publik ini menjadi sinyal kuat bahwa kasus KM 50 tetap menjadi hutang sejarah yang terus ditagih oleh masyarakat kepada pemerintah, terutama di tengah pergantian kepemimpinan nasional saat ini.

Hingga berita ini diturunkan, seruan doa bagi para korban yang dianggap sebagai syuhada terus mengalir di berbagai platform media sosial sebagai bentuk solidaritas dan upaya menolak lupa atas tragedi tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung