Berita, Internasional

[HEBOH] Rupiah Masuk Daftar Mata Uang Terlemah Di Dunia Per Mei 2026 Versi Forbes Advisor

Repelita.net

19 May 2026 16:53 WIB • 1,034 view

[HEBOH] Rupiah Masuk Daftar Mata Uang Terlemah Di Dunia Per Mei 2026 Versi Forbes Advisor
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Nilai tukar mata uang garuda dilaporkan resmi terseret ke dalam kelompok instrumen moneter paling terpuruk di kancah internasional berdasarkan hasil riset terbaru sebuah lembaga pemeringkat finansial global.

Keterpurukan posisi domestik tersebut didasarkan pada besarnya alokasi satuan unit modal lokal yang wajib dipertukarkan demi mengamankan kepemilikan komoditas utama berupa satu dolar Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan publikasi berkala per Mei 2026 performa rupiah tertahan pada level rendah akibat dipicu oleh fluktuasi indeks harga konsumen serta tingginya kecemasan pasar terhadap potensi stagnasi perekonomian nasional.

Secara umum kemerosotan daya beli alat tukar di berbagai belahan dunia dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal dan eksternal seperti lonjakan inflasi ekstrem, depresi ekonomi, hingga hantaman tensi geopolitik.

Pihak lembaga riset mencatat posisi juru kunci pertama dihuni oleh mata uang Iran yang mengalami tekanan struktural masif akibat beruntunnya sanksi ekonomi berskala global serta konflik militer regional berkepanjangan.

Sementara pada posisi kedua ditempati oleh instrumen moneter Lebanon akibat terjebak dalam krisis perbankan sistemik yang berlarut-larut sehingga mendegradasi stabilitas finansial dalam negeri mereka secara absolut.

Adapun rincian lengkap mengenai urutan instrumen alat tukar dengan kinerja paling lemah di dunia per Mei 2026 menurut rilisan data otoritas keuangan internasional tersebut dipastikan meliputi:

1. Iranian Rial (IRR) dengan rasio konversi di mana 1 USD setara dengan kisaran 1.315.000 rial dan nilai per 1 IRR mendekati US$0,000001 akibat sanksi ekonomi serta konflik geopolitik.

2. Lebanese Pound (LBP) yang mencatatkan penyusutan nilai hingga menyentuh angka 89.432 pound Lebanon per 1 USD akibat tekanan dari krisis ekonomi serta kelumpuhan total pada sektor perbankan.

3. Vietnamese Dong (VND) dengan perbandingan menembus angka 26.319 dong per 1 USD yang terpengaruh langsung oleh perlambatan volume ekspor komoditas dagang serta dinamika suku bunga global.

4. Laotian Kip (LAK) yang terseret ke dalam zona rawan moneter dengan catatan nilai konversi sebesar 21.971 kip per 1 USD akibat akumulasi beban utang luar negeri serta lonjakan inflasi.

5. Indonesian Rupiah (IDR) dengan posisi nilai tukar yang tercatat berada pada kisaran nominal sebesar 17.420 rupiah per 1 USD akibat imbas inflasi serta kekhawatiran atas perlambatan ekonomi.

6. Uzbekistan Som (UZS) dengan nilai tukar yang berada pada level 11.999 som per 1 USD di mana otoritas setempat tengah menghadapi tantangan berat berupa inflasi serta tingginya pengangguran.

7. Guinean Franc (GNF) yang menyentuh angka konversi sebesar 8.777 franc Guinea per 1 USD akibat dipengaruhi secara konstan oleh instabilitas kondisi politik serta dinamika perkembangan ekonomi internal.

8. Burundian Franc (BIF) yang tertahan pada rasio sebesar 2.983 franc Burundi per 1 USD di mana struktur penopang utama perekonomian negara tersebut masih sangat bergantung pada ekspor kopi dan teh.

9. Malagasy Ariary (MGA) dengan angka pencapaian sebesar 4.162 ariary per 1 USD di mana tingkat kelemahan alat tukar tersebut dipengaruhi secara dominan oleh kondisi perekonomian domestik.

10. Paraguayan Guarani (PYG) dengan catatan konversi menyentuh level 6.218 guarani per 1 USD akibat terus tertekan oleh laju inflasi pasar serta persoalan pelik ekonomi internal di negara tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung