Repelita Jakarta - Wacana transformasi puluhan lembaga pemasyarakatan serta rumah tahanan menjadi pusat pengolahan makanan bergizi gratis memicu gelombang perdebatan panas di platform media sosial.
Melalui pernyataan pada 9 Mei 2026, akun @Hilmi28 menyoroti risiko keamanan terkait penggunaan alat tajam oleh warga binaan dengan menuliskan 36 LAPAS & RUTAN akan jadi dapur MBG. Membayangkan para napi pegang pisau dll, seru juga kayak di film 🫣
ADVERTISEMENT
Kekhawatiran tersebut langsung ditanggapi oleh akun @ASugiantokizzer pada 9 Mei 2026 yang memberikan argumen mengenai prosedur seleksi ketat bagi narapidana yang diperbantukan dengan menyatakan Logikannya yg diijinkan kerja bukan napi yg habis mutilasi org, bukan mantan begal atau rampok.
Dukungan terhadap efektivitas program ini juga datang dari akun @BatokSiwur pada 9 Mei 2026 yang melihat adanya nilai positif bagi pengembangan keterampilan warga binaan sembari mencuitkan Kalau dilihat lebih detail program MBG di lapas juga bagian dari upaya pembinaan supaya warga binaan tetap punya rutinitas positif keterampilan kerja dan rasa tanggung jawab Jadi jangan langsung termakan narasi sepotong tanpa memahami tujuan utamanya #LanjutkanMBG
Komentar bernada satir mengenai spesifikasi peralatan yang akan digunakan di dalam dapur penjara tersebut disampaikan oleh akun @RTobazz pada 9 Mei 2026 dengan pernyataan Tenang kang ustadz, mereka akan diberikan peralatan2 dari Slem tidak ada yg terbuat dari benda padat....dan tidak mungkin akan terjadi keracunan untuk kurangi penghuni karena jumlahnya cuma 36....
Namun, skeptisisme mendalam muncul dari akun @BanyuKirik pada 9 Mei 2026 yang meragukan kualitas hasil masakan jika dibandingkan dengan standar pangan penjara selama ini lewat cuitan Lucunya tuh... Makanan di penjara aja kagak bener, ini malah dsuruh masak buat mbg.. Mau jadi apa anak2 indo ..
Kritik terhadap adanya perbedaan fakta antara kunjungan resmi pejabat dengan kondisi nyata di lapangan diungkapkan oleh akun @RochideP pada 9 Mei 2026 melalui pernyataan Bener, padahal BGN juga punya konten tapi kalah dengan konten Influencer. Kenapa ? Ya karena konten BGN bukan fakta di lapangan contoh : ketika Presiden /wakil berkunjung ke sekolah MBGnya ada daging, sayur, buah lengkap tapi diluar itu Influencer menemukan yg tidak sesuai.
Persoalan mengenai relevansi syarat administrasi bagi para pencari kerja di masyarakat umum juga dipertanyakan oleh akun @inoe_neo pada 9 Mei 2026 dengan sindiran trus buat apa pelamar kerja bikin skck ? wkwkwkkw
Terakhir, tudingan keras mengenai potensi penyalahgunaan anggaran negara di balik proyek masif ini disampaikan oleh akun @rezcovich pada 9 Mei 2026 yang menuliskan secara singkat Luar biasa gilanya ini proyek rampok uang g negara......(*)
Editor: 91224 R-ID Elok