Berita, Viral Sosmed

[HEBOH] Ditanya soal alasan menerima menjadi Wantimpres, Rocky Gerung justru balik bertanya: “Alasan gua menolak apa?!”

Repelita.net

02 October 2026 17:57 WIB • 43 view

[HEBOH] Ditanya soal alasan menerima menjadi Wantimpres, Rocky Gerung justru balik bertanya: “Alasan gua menolak apa?!”
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Dinamika penunjukan jajaran penasihat kepresidenan yang baru di lingkungan istana memicu perbincangan hangat di kalangan publik siber seiring masuknya figur pengamat politik senior.

Keputusan penunjukan strategis tersebut mengundang polemik karena sang tokoh akademisi selama ini menempati posisi berseberangan dengan kubu pemenang pemilu.

ADVERTISEMENT

Informasi mengenai respons sang pengamat saat dicecar mengenai dasar pertimbangan kesediaannya bergabung dengan kabinet disebarluaskan melalui media sosial Threads.

Pernyataan retoris sang tokoh ketika menanggapi pertanyaan jurnalis di luar ruang sidang dipublikasikan secara daring oleh akun @perspektiv.idn.

Dalam unggahan digital yang dirilis pada tanggal 2 Oktober 2026 tersebut, dipaparkan argumen sang akademisi sebelum mengikuti prosesi pelantikan resmi.

Di hadapan awak media, Rocky Gerung menyatakan, "Alasan gua menolak apa?!"

Kiriman mengenai ketegasan sikap sang tokoh idealis di area Istana Negara itu memicu reaksi penolakan masif dari para pengguna platform siber.

Sebuah respons tajam dilayangkan oleh praktisi kesehatan publik yang menilai pembelaan vokal sang tokoh selama ini hanya demi mengincar kedudukan.

Sindiran mengenai motif di balik kerasnya suara kritik sang pengamat politik nasional tersebut diutarakan secara terbuka oleh akun @lita.gading.

Melalui tulisan di kolom komentar, akun @lita.gading menyampaikan, "Pantesan suaranya Brisik banget orang ini, minta POSISI TOH Hmmmm….. payah !"

Gelombang ejekan dan sentimen negatif lain turut membanjiri ruang diskusi digital dari netizen yang mengungkit kembali diksi khas sang akademisi.

Masyarakat siber menilai sang tokoh kini telah terjebak ke dalam pusaran pragmatisme kekuasaan yang dahulu sering ia kritik secara tajam.

Tanggapan sinis mengenai konsistensi logika berpikir dari sang filsuf hukum tersebut diposting oleh akun @endi_rahman.

Dalam kiriman daringnya di kolom respons, akun @endi_rahman menyatakan, "Akhirnya beliau DUNGU pada waktunya 🤣."

Reaksi keras juga dialamatkan oleh warganet yang menyoroti pergeseran garis perjuangan politik sang pengamat karena bersedia berada di barisan pemerintahan baru.

Figur penasihat tersebut dinilai telah berkompromi dengan jajaran kepemimpinan nasional yang sebelumnya menjadi target utama dari narasi kritiknya.

Kecaman menohok atas transformasi peran sang kritikus dari luar menjadi bagian dalam istana dilayangkan oleh akun @biandayasa.

Melalui kalimat tanggapannya, akun @biandayasa menegaskan, "Tidak suka jokowi, tp berdiri bersama prabowo gibran, luar biasa dungunya ini penjilat."

Transformasi peran dari barisan oposisi menjadi penasihat resmi ini diprediksi akan terus merombak peta persepsi publik terhadap independensi gerakan intelektual.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung