Berita, Viral Sosmed

[HEBOH] Atraksi Foto Raksasa Prabowo di HUT RI Panas Dikritik Warganet Sebagai Aksi Narsistik

Repelita.net

18 August 2026 18:52 WIB • 371 view

[HEBOH] Atraksi Foto Raksasa Prabowo di HUT RI Panas Dikritik Warganet Sebagai Aksi Narsistik
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Sorotan tajam mengemuka dari masyarakat terkait penyelenggaraan peringatan hari kemerdekaan yang dinilai sarat pertunjukan egosentris pejabat publik. Kritik keras meluncur dari berbagai kalangan yang menganggap pemanfaatan fasilitas negara dan anggaran publik saat ini lebih ditujukan untuk pemenuhan panggung sanjungan pribadi semata.

Aksi penerjun payung yang membentangkan foto raksasa tokoh pimpinan di udara menjadi salah satu momentum yang memicu kontroversi panas di tengah publik. Banyak pihak menyayangkan simbol negara seperti bendera merah putih justru seolah tergeser oleh atraksi penampakan gambar individu pimpinan secara berlebihan.

ADVERTISEMENT

Sejumlah warganet mengemukakan kritik mendasar mengenai perilaku kepemimpinan serta penggunaan anggaran dalam momentum peringatan tersebut.

Pada tanggal unggahan 17 Agustus 2026, akun hey.obel

menyampaikan ulasan kritis mengenai gaya kepemimpinan pejabat publik, "Pada akhirnya, pemimpin narsistik tidak pernah benar-benar memimpin demi visi bersama. Jabatan, anggaran, serta manusia di sekitarnya hanyalah panggung sandiwara untuk memuaskan ego pribadi. Begitu masa kuasanya usai, yang tersisa biasanya hanyalah sistem yang keropos dan lingkungan yang telanjur rusak."

Tanggapan senada juga disampaikan oleh warganet lain yang menyoroti pergeseran makna peringatan hari kemerdekaan nasional.

Melalui akun sitimariah.ulfah

, diutarakan keheranannya terhadap porsi selebrasi yang ditampilkan, "Demi apa ga habis pikir Ini kan hut RI ya, bukan hut beliau 😭"

Kecaman terkait penghamburan dana publik untuk agenda seremoni penyorotan figur pribadi turut diutarakan pengguna media sosial.

Lewat unggahannya, akun haimi_alkaff

melontarkan kekecewaannya mengenai dominasi foto raksasa di ruang publik, "Anggaran di hamburkan untuk foto org narsistik doang anjaayyy.... Bendera merah putih aja kalah sebagai bentuk penghargaan pada pahlawan bangsa...edannn"

Kekecewaan publik tercermin dari derasnya tanggapan kritikal di platform digital yang menghendaki agar peringatan kebangsaan difokuskan pada kepentingan rakyat banyak. Penyelenggara negara diharapkan mampu memperlihatkan kepekaan serta kerendahan hati dibanding mempertontonkan aksi sanjungan figur yang memicu polemik sosial.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung