Berita, Nasional

Gus Hilmi Sentil Tuduhan Kritik MBG Demi Konten: Kritik Itu Bentuk Kepedulian

Repelita.net

07 May 2026 13:38 WIB • 726 view

Gus Hilmi Sentil Tuduhan Kritik MBG Demi Konten: Kritik Itu Bentuk Kepedulian
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perbincangan hangat usai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, menyebut adanya oknum influencer yang dinilai memanfaatkan kritik terhadap program tersebut untuk meraih konten dan keuntungan monetisasi.

Pernyataan dari pejabat BGN itu sontak memancing reaksi dari berbagai kalangan, salah satunya adalah cendekiawan Nahdlatul Ulama, Hilmi Firdausi atau yang akrab disapa Gus Hilmi Firdausi.

ADVERTISEMENT

Menurut pandangan Gus Hilmi, setiap kritik yang dilontarkan publik terhadap program MBG seharusnya dimaknai sebagai bentuk kepedulian, bukan langsung dicurigai memiliki motif tersembunyi.

Gus Hilmi kemudian menyoroti besarnya nilai anggaran negara yang digelontorkan untuk membiayai program MBG tersebut.

"Kalau tidak memakai dana APBN fantastis hingga memangkas pos-pos anggaran penting lainnya, lalu programnya efektif dan tepat sasaran," ujar Gus Hilmi, dikutip fajar.co.id, Rabu (7/5/2026).

Ia menilai alokasi dana yang sangat besar itu sebaiknya diprioritaskan hanya untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan pangan.

"Hanya untuk masyarakat miskin, penduduk di wilayah 3T, dan kelompok yang terdampak stunting," katanya.

Lebih lanjut, Gus Hilmi juga menekankan perlunya pengelolaan program MBG secara profesional agar tidak melahirkan masalah-masalah baru di lapangan.

"Pengelolaannya profesional seperti di negara-negara maju, tidak ada lagi siswa keracunan, makanan mubazir, dan lain-lain," imbuhnya.

Ia pun menyampaikan sindiran halus terkait anggapan bahwa kritik terhadap MBG dilandasi kepentingan konten media sosial semata.

"Saya rasa influencer akan berlomba membuat konten positif tentang MBG tanpa dibayar sepeser pun, beda dengan buzzer," timpalnya.

Menurut dia, masukan yang disampaikan berdasarkan data dan fakta justru perlu diapresiasi sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan kebijakan pemerintah ke depan.

"Ayolah, masa orang kritis berbasis data malah dibilang demi konten?" tegas Gus Hilmi.

Sebelumnya, dalam acara BGN Goes to Campus di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin pada Selasa (5/5/2026), Nanik mengungkapkan kekesalannya karena program MBG kerap dijadikan sasaran kesalahan oleh publik.

"Jadi orang bercerai juga MBG, Ahmad Danny dan Maya juga berantem karena MBG. Pokoknya MBG harus salah," ujar Nanik dengan nada setengah bercanda.

"Kalau tidak salah, dicari salahnya. Jadi bisa dibayangkan tidak? Tiada hari tanpa MBG," lanjutnya.

Nanik juga menilai bahwa kritik terhadap program MBG kerap dimanfaatkan oleh segelintir pihak untuk kepentingan monetisasi di platform media sosial.

"Karena ada monetisasinya. Misalnya ayamnya sudah dimakan, lalu ditampilkan menu seperti ini MBG, langsung viral, like-nya tinggi, monetisasinya dapat duit. Apalagi kalau Facebook Pro," jelasnya.

"Jadi ini kita agak susah juga, mau dilarang bagaimana, kan tidak boleh juga dilarang," tandas Nanik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung