Berita, Nasional

GNK Desak Elit Politik Hentikan Kegaduhan Demi Jaga Stabilitas Pemerintahan Prabowo

Repelita.net

18 May 2026 20:05 WIB • 709 view

GNK Desak Elit Politik Hentikan Kegaduhan Demi Jaga Stabilitas Pemerintahan Prabowo
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Persoalan dinamika politik yang dinilai mengganggu efektivitas roda pemerintahan serta jalannya kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mendesak untuk segera diselesaikan agar ketegangan tidak merembet semakin luas.

Langkah solutif sangat dinantikan mengingat situasi ketatanegaraan saat ini membutuhkan fokus penuh demi menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah tanah air.

ADVERTISEMENT

Menurut pandangan dari Pendiri Gerakan Nurani Kebangsaan, Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid, tensi persaingan politik nasional belakangan ini sudah mengarah pada situasi yang kurang menguntungkan bagi iklim berdemokrasi.

Ia melihat fenomena para tokoh partai serta pengurus organisasi massa yang terlampau sibuk saling melempar argumen ofensif justru mengaburkan nilai-nilai luhur dari sistem demokrasi yang sesungguhnya.

“Sudahlah, berhenti bikin gaduh. Demokrasi bukan arena gladiator,” ujar Habib Syakur kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Senin, 18 Mei 2026.

Secara spesifik, dirinya mengambil contoh friksi terbuka yang melibatkan petinggi Partai Solidaritas Indonesia, Grace Natalie, dengan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai cerminan dinamika yang kurang sehat.

Konflik verbal antartokoh publik semacam itu dinilai mengindikasikan adanya degradasi moralitas politik yang lambat laun berpotensi mengikis kadar kepercayaan masyarakat terhadap institusi demokrasi negara.

“Ini bukan demokrasi sehat, tapi demokrasi yang dipaksa sakit,” tuturnya.

Pada bagian lain, Habib Syakur turut memberikan saran kepada Presiden Prabowo agar senantiasa berhati-hati dalam memproduksi pernyataan ke publik demi meminimalisasi potensi provokasi yang diembuskan pihak asing.

Kewaspadaan ini dinilai sangat krusial mengingat kondisi makroekonomi sedang berada dalam fase yang cukup menantang bagi ketahanan logistik dan sektor pertanian nasional secara menyeluruh.

“Rupiah sudah terjun bebas di atas Rp17.000 per dolar. Jangan bilang masyarakat desa tidak pakai dolar. Pupuk itu bahan baku impor, dibeli pakai dolar. Kalau pupuk mahal, ketahanan pangan bisa jebol,” ucapnya.

Mengakhiri keterangannya, tokoh pergerakan nasional ini kembali menegaskan bahwa barisan Gerakan Nurani Kebangsaan akan terus berada di garda depan untuk mengawal kondusivitas iklim sosial-politik nasional.

Komitmen tersebut diwujudkan demi memastikan roda pembangunan nasional berjalan lancar tanpa harus tersandera oleh kepentingan pragmatis segelintir kelompok elite.

“Kami siap mendoakan dan mendukung pembangunan Indonesia. Demokrasi tidak boleh kalah oleh kebisingan politik,” pungkasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung