Repelita [Jakarta] - Pengamat politik dan ekonomi, Heru Subagia, menyoroti gestur istimewa Presiden Prabowo Subianto terhadap Joko Widodo dalam peringatan HUT ke-80 Bhayangkara.
Perlakuan khusus tersebut dinilai mengirimkan sinyal politik kuat mengenai siapa yang sebenarnya memegang kendali kekuasaan di Indonesia saat ini.
ADVERTISEMENT
"Polemik ijazah Jokowi akan menjadi ujian ucapan Prabowo, juga komitmen serta implementasi reformasi Polri sebagaimana disampaikan dalam pidato Prabowo pada HUT Ke-80 Bhayangkara," ujar Heru, Rabu (1/7/2026).
Heru mencermati bahwa kehadiran Jokowi sebagai satu-satunya mantan presiden dalam acara di Markas Korps Brimob tersebut memiliki makna simbolis yang mendalam.
"Dalam acara ini, kapasitas mantan presiden yang hadir hanya Jokowi atau Raja Jawa (di Satlat Brimob, Cikeas, Bogor)," sebutnya.
Menurut Heru, pemberian penghormatan yang mencolok dari Prabowo kepada Jokowi saat bersalaman menegaskan adanya hierarki kekuasaan yang tidak lazim.
"Secara khusus terlihat jelas bahwa Prabowo memperlakukan Jokowi dengan sangat istimewa ketika menyalaminya dan memberikan penghormatan secara khusus," ucap dia.
Ia berpendapat bahwa dinamika ini memperlihatkan bahwa pengaruh politik mantan presiden ke-7 tersebut masih sangat dominan di balik pemerintahan saat ini.
"Ini memperlihatkan kultur hierarki saat ini. Betul-betul yang berkuasa dan memainkan peran adalah Jokowi ketimbang Prabowo sendiri," tegasnya.
Heru menambahkan bahwa posisi Polri yang kini tampak semakin menyatu dengan kepentingan kekuasaan turut memperjelas arah relasi politik tersebut.
"Kapolri telah menjadi bagian dari kekuasaan. Dalam konteks kekuasaan, Polri masih berada di bawah Presiden. Terlihat jelas bagaimana hubungannya saat ini," terangnya.
Rangkaian peristiwa ini, lanjut Heru, menjadi simbol pengakuan bahwa arah kebijakan negara masih berada di bawah bayang-bayang pengaruh tangan Joko Widodo.
"Celakanya, Prabowo selaku presiden saat ini secara tidak langsung, dengan dua kejadian yang saya sebutkan, yakni hanya Jokowi yang hadir sebagai mantan presiden dan Prabowo memberikan salam komando. Ini menjadi simbol pengakuan yang bisa dikatakan bahwa kekuasaan di negeri ini berasal dari tangan Jokowi," tuturnya.
Di akhir, Heru mempertanyakan apakah jargon penegakan hukum tanpa pandang bulu yang diucapkan Prabowo akan diterapkan pula pada kasus ijazah Jokowi.
"Pertanyaan publik dalam perkara ijazah Jokowi mempertegas apa yang disampaikan Prabowo. Apakah Jokowi akan diperlakukan sama seperti yang lain?" pungkasnya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok