Berita, Viral Sosmed

[GERAM] Aliansi Topi Jerami Lempar Puluhan Ular Ke Pendopo Indramayu Akibat Kecewa Tidak Ditemui Bupati Lucky Hakim

Repelita.net

08 May 2026 17:06 WIB • 702 view

[GERAM] Aliansi Topi Jerami Lempar Puluhan Ular Ke Pendopo Indramayu Akibat Kecewa Tidak Ditemui Bupati Lucky Hakim
Foto: Istimewa

Repelita Indramayu - Kawasan di depan Pendopo Kabupaten Indramayu menjadi pusat perhatian publik setelah aksi demonstrasi oleh Aliansi Topi Jerami berujung pada aksi ekstrem berupa pelemparan reptil ke area pusat kekuasaan daerah.

Kejadian yang berlangsung pada Kamis, 7 Mei 2026 tersebut dipicu oleh rasa frustrasi para pengunjuk rasa yang telah melakukan aksi selama dua hari berturut-turut namun tidak kunjung ditemui oleh pimpinan daerah.

ADVERTISEMENT

Ketidakhadiran Bupati Indramayu, Lucky Hakim, memicu amarah massa hingga akhirnya mereka nekat melemparkan puluhan ekor ular ke arah gerbang pendopo sebagai bentuk protes keras atas tersumbatnya jalur komunikasi.

Tindakan nekat yang membawa puluhan hewan melata ini seketika menciptakan suasana mencekam bagi para petugas keamanan serta warga yang kebetulan sedang melintas di sekitar lokasi kejadian perkara tersebut.

Kelompok pengunjuk rasa menyebutkan bahwa kiriman satwa tersebut merupakan simbolis kado kekecewaan bagi kepala daerah yang dianggap tidak aspiratif terhadap tuntutan rakyat yang telah bertahan di lokasi aksi.

Video yang merekam detik-detik hujan ular tersebut segera menyebar luas di berbagai lini masa media sosial dan mengundang beragam reaksi dari para warganet yang menyaksikannya melalui layar perangkat mereka.

Meskipun aksi ini ditujukan sebagai tekanan politik, banyak pengguna media sosial justru melayangkan kritik tajam karena merasa sangat keberatan dengan pemanfaatan makhluk hidup sebagai alat penyampai aspirasi protes.

Seorang netizen melalui akun @diamalia_ memberikan tanggapannya dengan menuliskan sebuah pesan, "Tolong jangan korbankan hewan, mereka makhluk hidup tidak salah apa-apa. Bisa diganti sampah atau kotoran dan lainnya,".

Sentimen serupa juga disampaikan oleh akun @endahnips melalui komentar singkatnya yang berbunyi, "Kasihan ularnya jadi tumbal," guna menyayangkan nasib hewan tersebut yang terjebak di tengah konflik kepentingan politik praktis.

Kritik lain juga datang dari seorang warganet yang menilai aksi tersebut telah melanggar nilai kemanusiaan universal dengan menyatakan, "Sorry, tidak bagus melempar ular. Itu makhluk juga. Tidak berperikehewanan,".

Peristiwa ini menjadi sebuah ironi besar bagi kepemimpinan Lucky Hakim mengingat pada bulan Agustus tahun lalu ia sempat dipuji secara luas atas inisiatifnya melepaskan ratusan ular di area persawahan.

Saat itu penggunaan ular dianggap sebagai solusi cerdas untuk membasmi hama tikus, namun kini hewan yang sama justru berbalik arah menjadi simbol perlawanan yang dilemparkan ke kediaman resmi sang bupati.

Hingga naskah berita ini disusun, pihak otoritas dari Pemerintah Kabupaten Indramayu belum merilis tanggapan resmi mengenai insiden pelemparan satwa melata tersebut maupun substansi tuntutan dari kelompok Aliansi Topi Jerami..(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung