Repelita [Jakarta] - Sorotan mengenai dampak buruk kebiasaan merokok kembali mengemuka setelah tenaga medis memberikan edukasi mendalam terkait pemenuhan asupan harian manusia. Pemaparan tersebut membandingkan kebutuhan zat esensial dengan bahaya produk tembakau yang sama sekali tidak memberi manfaat bagi kesehatan fisik.
Peringatan tegas mengenai konsumsi bahan makanan sehari-hari disampaikan secara gamblang oleh dokter spesialis tersebut. Melalui akun medis miliknya, dr. Angga Krishna mengunggah pernyataan mendasar mengenai batasan kebutuhan fisiologis tubuh.
ADVERTISEMENT
"Tubuh membutuhkan garam. Berlebihan, berbahaya. Tubuh membutuhkan gula. Berlebihan, berbahaya. Kopi secukupnya dapat bermanfaat. Berlebihan, berbahaya. Rokok? Tidak ada jumlah yang dibutuhkan tubuh. Satu batang per hari pun sudah terlalu banyak."
Ulasan tersebut langsung memicu respons dari warganet yang menyoroti perbedaan dampak sosial antara konsumsi bahan pangan dan paparan asap rokok. Tanggapan masyarakat menekankan kerugian langsung yang harus ditanggung oleh orang-orang di lingkungan sekitar akibat perilaku merokok.
Pendapat pendukung mengenai bahaya sekunder tersebut diutarakan oleh salah satu pengguna media sosial. Melalui tanggapannya, akun meybianto_ menyampaikan pandangannya mengenai dampak buruk terhadap publik.
"Konsumsi garam tidak merugikan orang lain
Konsumsi gula tidak merugikan orang lain
Konsumsi kopi tidak merugikan orang lain
Rokok?? 1 hembusan nya aja udah merugikan orang di sekitar"
Edukasi mengenai pola hidup sehat ini terus mendapat respons positif dari masyarakat luas demi meningkatkan kesadaran akan bahaya perokok pasif. Perlindungan terhadap orang-orang di sekitar dari paparan asap rokok menjadi prioritas utama dalam menjaga kualitas udara dan kesehatan publik.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads