Repelita [Jakarta] - Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal, menilai kehadiran Roy Suryo dan Dokter Tifa sebagai sosok yang cukup menghambat langkah Presiden ke-7 RI Joko Widodo beserta para pendukungnya dalam menjaga pengaruh politik.
Ia mengungkapkan pandangan tersebut pada Minggu, 21 Juni 2026, dengan menganalogikan posisi keduanya sebagai batu sandungan bagi mantan presiden tersebut.
ADVERTISEMENT
"Jangankan berlari, berjalan pun akan sulit, kalau Roy Suryo dan Dokter Tifa, masih tampil di media mengembangkan opini," kata Erizal.
Sementara itu, Erizal menyoroti posisi Rismon Sianipar yang menurutnya tidak lagi memiliki signifikansi dalam perdebatan hukum saat ini.
Ia menilai kredibilitas Rismon masih dipertanyakan sebelum yang bersangkutan mampu membuktikan keabsahan gelar akademis S2 dan S3 miliknya di Yamaguchi, Jepang.
Erizal berpendapat bahwa langkah aparat melakukan penahanan terhadap Roy Suryo dan Dokter Tifa menjadi momen yang dinanti-nantikan oleh barisan relawan pendukung Jokowi.
"Karena itu, penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa layak dirayakan para pendukung Jokowi," kata Erizal.
Ia menyinggung kondisi fisik kedua tokoh tersebut saat menjalani proses hukum, di mana Dokter Tifa terlihat menggunakan kursi roda saat pemeriksaan kesehatan dan Roy Suryo tampak lesu saat dibawa ke tahanan.
"Roy Suryo dan Dokter Tifa secara opini, memang jatuh tapai," kata Erizal.
Erizal menduga bahwa penahanan ini secara tidak langsung memberi ruang bagi Jokowi untuk melanjutkan rencana blusukan ke berbagai pelosok tanah air tanpa adanya gangguan opini.
Namun, ia mempertanyakan realisasi rencana blusukan tersebut yang hingga penghujung Juni ini belum menunjukkan tanda-tanda akan dimulai.
"Ngomong-ngomong, kapan blusukan Jokowi akan dimulai, ya? Katanya Juni. Tapi Juni akan berakhir, blusukan perdana Jokowi juga belum terdengar akan dimulai. Katanya kalau tidak ke Lampung, Jawa Barat, atau ke NTT. Tunggu sajalah," pungkasnya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok