Repelita [Jakarta] - Langkah dan pergerakan politik Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo pascalengser disinyalir berkaitan erat dengan skenario pengamanan posisi politik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Mantan Wakil Ketua Umum Relawan Projo Budianto Tarigan mengungkapkan pandangan tersebut dalam tayangan di saluran YouTube Obor Rakyat Reborn pada Minggu (9/8/2026).
ADVERTISEMENT
Budianto menyoroti manuver yang terus dijalankan kubu Solo demi menjamin keberlanjutan kepemimpinan hingga periode berikutnya.
"Apapun yang dilakukan Jokowi hari ini erat kaitannya dengan kepastian Prabowo-Gibran dua periode, atau setidaknya memastikan jalan politik untuk Gibran di 2029," ujar Budianto.
Langkah konsolidasi kekuasaan tersebut dinilai memicu ketegangan di tingkat pusat, terutama ketika pemerintah tengah dihadapkan pada tekanan fiskal serta tantangan ekonomi rakyat.
"Di tengah kondisi ekonomi dan tantangan fiskal yang berat, fokus utama seharusnya adalah keselamatan rakyat dan pemulihan ekonomi, bukan manuver politik kekuasaan menuju 2029," tegasnya.
Gagasan mengenai kelanjutan kepemimpinan dua periode itu diklaim belum mendapat tanggapan positif dari kubu internal Partai Gerindra maupun pendukung utama Prabowo Subianto.
"Masyarakat menagih bukti janji kampanye dan penyelesaian masalah ekonomi mendasar. Narasi politik 2029 saat ini dinilai terlalu pagi di tengah himpitan ekonomi rakyat," pungkasnya.
Di sisi lain, publik makin gencar memicu keraguan terhadap janji kampanye mengenai pembukaan 19 juta lapangan kerja baru yang sempat diusung Prabowo-Gibran.
Sorotan tajam mencuat usai data Sakernas mencatat angka pengangguran terpelajar jenjang sarjana menembus 1.033.182 orang atau menyumbang 14,31 persen dari total pengangguran nasional.
Lonjakan persentase sarjana tanpa pekerjaan yang terus merangkak naik sejak 2022 membuat komitmen penciptaan lapangan kerja di sektor hilirisasi hingga ekonomi kreatif terus ditagih masyarakat. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok