Berita, Viral Sosmed

Edy Bayo Regar Singgung Pengkhianatan Tokoh Publik, Nama Jokowi, Prabowo, dan Rocky Gerung Disorot

Repelita.net

28 September 2026 14:40 WIB • 136 view

Edy Bayo Regar Singgung Pengkhianatan Tokoh Publik, Nama Jokowi, Prabowo, dan Rocky Gerung Disorot
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Perbincangan mengenai kepercayaan terhadap tokoh publik kembali muncul setelah akun X [@regar_op0sisi] mengunggah pernyataan pada 28 September 2026 yang mengajak pembaca untuk tidak memberikan kepercayaan penuh kepada pakar, politikus, cendekiawan maupun kyai.

Dalam unggahan tersebut, Edy Bayo Regar menuliskan, "Jangan percaya pada pakar,politikus, cendekiawan bahkan kyai sekalipun. Sebab suatu saat dia berpotensi untuk berkhianat. Jokowi mengkhianati PDIP. Prabowo mengkhianati pendukungnya di 2014 dan 2019. Rocky Gerung mengkhianati akal sehatnya sendiri. Nabi Adam terusir dari surga karena berkhianat kepa Allah swt."

ADVERTISEMENT

Unggahan yang tercatat dibuat pada pukul 08.39 WIB itu kemudian mendapat beragam tanggapan dari pengguna X dengan pandangan yang berbeda mengenai makna kepercayaan, perubahan sikap tokoh, serta hubungan antara kekuasaan dan perilaku seseorang.

Akun [@AsepSR306313208] menanggapi dengan pernyataan, "Rocky Gerung sudah hilang akal sehatnya, sekarang dia sdh lebih dari DUNGU,,,,goblok penghianat sesungguhnya".

Sementara itu, akun [@EsmeRalda894919] memberikan pandangan berbeda dengan menulis, "Bahkan jika itu Orang tua, Saudara, Teman sehidup semati sekalipun selama mereka masih berwujud "Manusia" jangan pernah percaya 100%."

Akun [@cecep13400] yang mencantumkan keterangan sebagai akun parodi menyoroti penggunaan istilah manusia yang masih hidup melalui komentar, "Perlu diperjelas Jangan percaya pada pakar, politikus, cendekiawan bahkan kyai sekalipun yg masih hidup. Sebab suatu saat dia berpotensi untuk berkhianat."

Pandangan bernuansa keagamaan disampaikan akun [@rahmawatipoda] yang menulis, "Kita disuruh percaya cuma kpd Allah SWT yg menciptakan bumi dan langit beserta isinya, manusia bs berubah makanya pentingnya memahami agama bkn hny sekadar teori di Alquran dan hadist tp mempraktekannya dlm kehidupan nyata."

Akun [@ReneO177] kemudian mengaitkan pembahasan tersebut dengan pernyataan yang disebut pernah disampaikan Ahok, "Setuju... benar kata Ahok.. kalo mau melihat baik buruknya seseorang.. tunggu sampai dia punya kekuasaan dan pengaruh yg besar.."

Komentar lain datang dari akun [@MujiSantoso953] yang menyinggung Rocky Gerung dalam konteks kebijakan Makan Bergizi Gratis dengan menulis, "Iya setelah dikasih kepercayaan, akhirnya membela MBG si Rocky".

Akun [@lockstock27] juga membawa pembahasan ke sejumlah momentum politik dengan menulis, "2013 ikut konvensi demokrat, 2014 nempel jokowi, 2017 gabung ke prabowo, 2022 numpang nasdem Tebak siapa kutu loncat ini?"

Sementara itu, akun [@meTaufiq110374] mengutip sebuah ungkapan yang dinisbatkan kepada Imam Ali dengan menulis, "Imam Ali berkata, kebenaran tdk dikenal dari tokoh tp banyak tokoh dikenal karena kebenaran. Siapa yang menyuarakan kebenaran disebut pejuang."

Akun [@naizhafr] memilih menekankan pentingnya kemandirian dengan komentar, "percaya sama diri sendiri. syukur2 bisa bikin komunitas sefrekuensi yg harusnya mampu membela diri utk dpt haknya sbg WNI."

Akun [@kamalpm0x] mempertanyakan penyebutan PDIP dalam percakapan tersebut melalui komentar, "Kenapa jadi PDIP? Emang lu pikir PDIP lebih tinggi dari rakyat?"

Pandangan lain disampaikan akun [@songgel75] yang menilai persoalan tersebut berkaitan dengan sifat manusia, "Bukan jangan percaya orang, tapi memang qta ini manusia yg ada benar salah, baik buruk dan akan selalu digoda oleh syaitan".

Akun [@wansrosadi] kemudian menanggapi dengan membawa sejumlah nama dan peristiwa politik dalam komentarnya, "JKW mengkhianati PDIP. Mengkhianati Prabowo yg mendukung dlm pilgub DKI. Mengkhianati Anies yg bnyk membantunya di pilpres 2014. Skrg hati2 dia akan khianati Prabowo di th 2029 dg ajukan Gibran utk jd presiden. Benar2 pengkhianat."

Rangkaian tanggapan tersebut memperlihatkan bahwa satu unggahan mengenai kepercayaan terhadap tokoh publik berkembang menjadi perdebatan mengenai pengalaman politik, kekuasaan, agama, perubahan sikap, serta penilaian pribadi terhadap sejumlah figur.

Seluruh pernyataan mengenai tindakan atau sikap tokoh politik dalam kolom komentar tersebut merupakan pendapat dan klaim dari masing-masing pengguna X yang menuliskannya, sehingga tidak dengan sendirinya menjadi fakta yang telah terverifikasi.

Perdebatan itu menunjukkan beragam respons pengguna terhadap unggahan Edy Bayo Regar pada 28 September 2026, mulai dari dukungan terhadap gagasan agar tidak mempercayai seseorang secara mutlak hingga komentar yang mengaitkannya dengan dinamika politik dan pertimbangan keagamaan.*

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung