Berita, Viral Sosmed

Edy Bayo Regar Kritik “Ustad Sound Horeg”, Soroti Dalil Agama dan Dampak Kegiatannya

Repelita.net

19 September 2026 13:22 WIB • 101 view

Edy Bayo Regar Kritik “Ustad Sound Horeg”, Soroti Dalil Agama dan Dampak Kegiatannya
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Akun X @regar_op0sisi mengunggah pernyataan pada 19 September 2026 yang menyoroti pandangan seorang penceramah mengenai hukum sound horeg dalam perspektif Islam.

Dalam unggahan tersebut, Edy Bayo Regar mempertanyakan pemahaman keagamaan sosok yang disebutnya sebagai “Al ngustad Taim” dan mengaitkannya dengan pernyataan mengenai kreativitas, pekerjaan, serta penghasilan.

ADVERTISEMENT

“Jadi ngustad modal rambut panjang tok. Gak punya pengetahuan agama yg memadai. Gak bisa mengartikan yg boleh dan yg tidak boleh dalam islam. Ukuran boleh bagi dia,ketika pekerjaan itu berbentuk satu kreativitas dan bisa menyediakan pekerjaan serta penghasilan saja. Tak heran ketika ia meneriakkan " hidup lonte " karena sesungguhnya menjadi lonte itu juga termasuk kreativitas [😬] Sound horeg itu boleh. Al ngustad Taim”

Unggahan tersebut kemudian mendapat respons dari sejumlah pengguna X yang membahas dampak kegiatan sound horeg serta dasar pertimbangan yang digunakan dalam menilai aktivitas tersebut.

Akun @minda_coid menanggapi dengan pertanyaan, “Sing ngerusak rumah, jalan, jembatan pye?”

Edy Bayo Regar kemudian menjawab komentar tersebut dengan menyampaikan pandangan mengenai pertimbangan manfaat dan mudarat dalam hukum Islam.

“Ketika perbuatan itu lebih banyak menimbulkan mudharat ketimbang manfaat adalah haram hukumnya dalam islam.”

Akun @nissaoye kemudian memberikan tanggapan singkat yang menyoroti persoalan kerumunan dengan menulis, “Karena yang penting: bisa ngumpulin massa”

Edy Bayo Regar kembali merespons komentar tersebut dengan mengatakan, “Iya Itulah patokannya bagi dia. Padahal dalam islam bukan begitu.”

Perdebatan kemudian berkembang ke persoalan latar belakang pendidikan dan kapasitas keagamaan sosok yang menjadi sasaran pembahasan.

Akun @bamz_iam menulis, “Ni orang ada gak klasifikasi pendidikan (minimal sekolah apa gitu) selain dia ceramah isinya semau isi otaknya sndiri ....”

Sementara akun @June_JuniorTV memberikan komentar, “Menyesatkan banyak orang berkedok dakwah.”

Akun @Edut28 turut menanggapi dengan tulisan, “RUSAK! USTADZ SOUND HOREG...”

Komentar lain disampaikan akun @WahyuHaart yang menyinggung pengalaman seseorang ketika berada di pesantren dengan menulis, “Wong waktu mondok di pesantren, bukannya belajar ngaji, tafsir dan sejenisnya malah ngurusi ayam koq [😩😩]”

Akun @selametdedi juga memberikan tanggapan bernada kritik terhadap pernyataan tersebut dengan menulis, “Ini fatwa asal bunyi.. ciloko!. Orang yg hilirmudik depan penguasa sejatinya dia Pencuri.”

Sementara akun @soson_marko menulis, “Ya dia tidak paham agama, bahkan menafsirkan dengan akal.”

Akun @bonde8711 kemudian berkomentar, “Predikat ustad utk ngejar dunia.”

Tanggapan lain datang dari akun @MuhammadRu66683 yang mempertanyakan alasan sosok tersebut diundang sebagai penceramah dengan menulis, “Orang kek gini kok diundang jadi penceramah..”

Perdebatan juga menyentuh persoalan popularitas serta dampak kegiatan sound horeg di tengah masyarakat.

Akun @ridwan_har menulis, “Tapi yang nyeleneh begitu yang banyak disukai rakyat miskin dan goblok.”

Akun @Sukirman2019 turut mengangkat persoalan biaya yang menurutnya dibebankan kepada warga ketika mendatangkan sound horeg dengan menulis, “Tahu ga datengin soundhoreg warga mesti dipalakin 100-150 jt. Yg untung gede juragan soundhoreg dan anak buahnya. Nggerakkan ekonomi ndasmu athos taim.”

Sementara itu, akun @fachxxx menambahkan persoalan lain terkait dampak kegiatan tersebut terhadap fasilitas dan aktivitas warga dengan menulis, “Kurang. Rmh sakit, payu. Banyak warga sakit terganggu. Toko bangunan, payu. Atap rmh warga n gapura yg menghalangi, dirusak rombongan.”

Rangkaian unggahan dan tanggapan tersebut memperlihatkan perdebatan di media sosial mengenai pandangan keagamaan terhadap sound horeg, sekaligus persoalan dampak sosial dan lingkungan yang dikaitkan pengguna dengan pelaksanaannya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung