Berita, Nasional

Drone Emprit Ungkap Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Didominasi Sentimen Negatif Akibat Isu Ekonomi Dan Makan Bergizi Gratis

Repelita.net

23 October 2026 22:19 WIB • 70 view

Drone Emprit Ungkap Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Didominasi Sentimen Negatif Akibat Isu Ekonomi Dan Makan Bergizi Gratis
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Gelombang percakapan publik di berbagai platform media sosial terkait jalannya roda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dibanjiri oleh sentimen negatif.

ADVERTISEMENT

Fakta tersebut terungkap berdasarkan hasil pemetaan komprehensif yang dirilis oleh lembaga analisis Drone Emprit mengenai dinamika opini warga net pada rentang tanggal 1 Januari hingga 20 Oktober 2026.

Mekanisme peninjauan data makro dilakukan dengan menjaring jutaan interaksi dari saluran X, Facebook, Instagram, YouTube, TikTok, Threads, serta sindikasi media massa berbasis daring.

"Media online didominasi sentimen positif (48,5 persen), sedangkan media sosial didominasi sentimen negatif (57,6 persen). Isu ekonomi, MBG, karhutla, dan kebebasan sipil menjadi pendorong utama dinamika opini publik," demikian hasil analisis Drone Emprit, dikutip IDN Times, Kamis (22/10/2026).

Penilaian kritis dari publik secara konsisten menyoroti performa sektor perekonomian nasional serta realisasi program unggulan Makan Bergizi Gratis di lapangan.

Klaim sepihak pemerintah perihal stabilitas makroekonomi serta capaian angka investasi luar negeri justru disambut dengan nada skeptis oleh sebagian besar masyarakat jelata.

Kondisi tersebut dipicu oleh kenyataan riil di lapangan berupa tren pelemahan nilai tukar rupiah serta melambungnya biaya hidup harian yang kian mencekik dompet warga.

Agenda pelaksanaan Makan Bergizi Gratis juga tidak luput dari sasaran kritik pedas netizen akibat masih ditemukannya kendala tata kelola administrasi serta rendahnya mutu kualitas sajian.

Untuk sektor politik, eskalasi protes sipil digerakkan oleh keresahan seputar formasi kabinet gemuk, tindakan represif aparat penegak hukum, hingga maraknya kasus korupsi di lingkungan lembaga publik.

Pihak analis mendeteksi adanya akumulasi kemarahan netizen yang dipicu oleh isu transparansi kualifikasi pejabat, dugaan praktik nepotisme, serta gaya bahasa retorika provokatif tokoh publik.

Lambatnya pergerakan satgas dalam menanggulangi krisis ekologis musiman seperti bencana kebakaran hutan dan lahan turut menambah daftar panjang rapor merah di mata masyarakat.

"Mahasiswa dan elemen masyarakat sipil terus menyuarakan desakan evaluasi kineria kabinet, jaminan keamanan dalam kebebasan berekspresi, serta kecaman tajam atas tindakan represif aparat dalam penanganan demonstrasi tang menimbulkan korban," kata Drone Emprit dalam laporannya.

Sebagian masyarakat terdeteksi memberikan bentuk apresiasi tinggi atas ketegasan aksi penindakan hukum korupsi beserta langkah penyelamatan aset negara yang telah berjalan.

Kendati demikian, respons positif tersebut seketika redup akibat dibayangi oleh rasa kekecewaan mendalam atas berulangnya kasus rasuah pada pos kementerian strategis.

"Publik berharap pemerintah memperkuat independensi penegak hukum serta menjamin partisipasi publik yang membakna dalam pembentukan setiap regulasi nasional," katanya.

Dominasi narasi bernada miring di jagat maya secara gamblang mencerminkan adanya jurang pemisah yang lebar antara paparan data keberhasilan versi pemerintah dengan realitas kehidupan rakyat.

Parameter evaluasi teknis Makan Bergizi Gratis serta pola manajemen birokrasi kabinet kini menjelma menjadi batu ujian paling krusial untuk mengukur sisa tingkat kepercayaan publik.

Saluran X tercatat menduduki posisi sebagai media utama penyumbang angka keterikatan interaksi terbesar dengan porsi kontribusi engagement menembus angka 59 persen.

Grafik percakapan terpantau mengalami lonjakan tajam pada momen-momen krusial di saat gelombang aksi demonstrasi mahasiswa serentak meletus di berbagai kota besar.

Titik kulminasi pemberitaan media massa terjadi bertepatan dengan momentum refleksi 2 tahun masa bakti pemerintahan yang diwarnai unjuk rasa mahasiswa dan peluncuran draf capaian kinerja.

Sementara pada ruang X, puncak keramaian lini masa dipicu oleh viralnya dokumentasi video orasi serta kritik tajam dari perwakilan elemen mahasiswa di jalanan.

Jika diakumulasikan secara menyeluruh, volume sentimen negatif sebesar 51,7 persen terbukti sah mengungguli perolehan angka sentimen positif yang hanya menyentuh 24,1 persen.

"Kritik berpusat pada krisis ekonomi dan MBG, sedangkan apresiasi datang dari hilirisasi dan bantuan sosial," tulisnya.

Di tengah gempuran rapor kritis tersebut, Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menegaskan rasa bangganya atas amanah memimpin jalannya roda pemerintahan selama dua tahun terakhir.

Dirinya menilai bahwa jajaran kabinet di bawah komandonya telah berhasil melahirkan sederet lompatan prestasi nyata yang sudah sepatutnya diapresiasi bersama.

Pernyataan bernada optimis tersebut disampaikan langsung oleh sang Kepala Negara saat memimpin pembukaan Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta pada hari Rabu tanggal 21 Oktober 2026.

Agenda evaluasi dua tahun masa kerja Kabinet Merah Putih tersebut dimanfaatkan oleh Prabowo untuk menyuntikkan semangat serta pujian bagi seluruh jajaran pembantunya.

"Saya sekarang bangga menjadi pemimpinmu, saya bangga menjadi presidenmu, saya bangga telah memimpin pemerintah ini karena dalam 2 tahun, dalam 2 tahun kita telah bekerja dengan hasil yang nyata," kata Prabowo di Jakarta.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung